Cuaca ekstrem berupa salju tebal, hujan es, dan hujan beku melumpuhkan sekitar dua pertiga wilayah timur dan selatan AS, dengan dampak terparah di Tennessee, Mississippi, dan Louisiana.
Gangguan besar juga terjadi di sektor penerbangan. Bandara Nasional Ronald Reagan di Washington, DC membatalkan seluruh penerbangan, sementara bandara di New York, Philadelphia, dan Charlotte membatalkan lebih dari 80 persen jadwal. Maskapai Delta Air Lines memberlakukan jadwal terbatas dan mengerahkan tim khusus untuk penghilangan es pesawat.
Pemerintah federal dan negara bagian menetapkan status darurat luas. Presiden Donald Trump menyebut badai ini sebagai kejadian “bersejarah”, dengan 12 negara bagian mendapat deklarasi darurat federal dan total 17 negara bagian plus Washington DC menetapkan status darurat cuaca.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem memperingatkan risiko berkepanjangan pada jaringan listrik. “Situasi badai ini cukup unik karena suhu dingin akan bertahan lama. Es yang menempel akan membuat kabel listrik tetap berat, bahkan jika belum langsung roboh,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Senin 26 Januari 2026.
Departemen Energi AS kemudian mengeluarkan perintah darurat agar operator jaringan listrik dapat memakai sumber daya cadangan untuk mencegah pemadaman yang lebih luas.

