Mengacu pada data Bloomberg, harga emas spot menguat 1,90 persen. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari naik 1,02 persen menjadi 5.029 Dolar AS per troy ons.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif emas sejak awal tahun. Secara year-to-date (ytd), harga emas telah melonjak lebih dari 17 persen, setelah mencatat kenaikan hingga 64 persen sepanjang 2025.
Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai tren penguatan emas masih akan berlanjut sepanjang 2026. Ia memprediksi harga emas dunia berpotensi menembus level lebih tinggi, yang berdampak langsung pada harga emas Logam Mulia di Indonesia.
“Saya merevisi proyeksi harga emas dunia maupun logam mulia menjadi 5.500 Dolar AS per ons dan Rp3.500.000 per gram pada tahun 2026,” ujar Ibrahim kepada RMOL.
Terbaru, harga emas Antam hari ini mencetak rekor di level Rp2.917.000 per gram, naik Rp30.000 dibanding perdagangan sebelumnya. Prediksi akhir pekan ini, harga emas bisa menembus Rp3 juta per gram.
Meski demikian, Ibrahim memperingatkan adanya risiko sentimen negatif. Jika terjadi koreksi, harga emas diperkirakan hanya turun ke kisaran Rp2,75-2,85 juta per gram.

