Jakarta, CNN Indonesia —
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyatakan penguatan sistem pendataan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperlukan, agar manfaat program benar-benar tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Dedie pada pertemuan bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dalam Diskusi dan Evaluasi Program MBG Wilayah Kota Bogor di Bogor, Senin (19/1), yang membahas tentang sistem pendataan MBG yang tengah dikembangkan oleh Kota Bogor.
Dedie mengatakan, bahwa sistem pendataan bukan hanya digunakan untuk memonitor pelaksanaan MBG, tetapi juga memastikan data penerima manfaat akurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional membahas tentang sistem yang dikembangkan oleh Kota Bogor. Sistem ini bukan hanya untuk memonitor, tetapi juga kita bangun untuk memastikan bahwa warga yang mendapatkan manfaat dari keberadaan MBG ini betul-betul terdata dengan baik,” ujar Dedie di Kota Bogor, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan bahwa pendataan penerima manfaat tidak hanya bersumber dari data Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan, tetapi juga mencakup kelompok lain yang membutuhkan.
“Bukan hanya data Dapodik dari Kementerian Pendidikan, tetapi kita juga mengembangkan area penerima manfaat, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, posyandu, anak-anak balita, termasuk juga bisa menyentuh anak-anak yang stunting,” katanya.
Menurut Dedie, program MBG ke depannya tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung upaya penanggulangan stunting di Kota Bogor.
“Program MBG ini akan kita perluas, akan kita fokuskan juga bagaimana kita menanggulangi stunting. Oleh karena itu, kuncinya adalah bagaimana Kota Bogor membangun database warga yang akurat supaya penerima manfaat juga didistribusikan sesuai dengan data yang akurat,” tuturnya.
Adapun penerima manfaat program MBG harus memenuhi persyaratan tertentu agar program tepat sasaran. Dedie memberi contoh, desil 1 sampai desil 5 bisa dijadikan alternatif untuk mendapatkan manfaat, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan bagi anak-anaknya yang stunting,” ujarnya.
Saat ini, dapur MBG di Kota Bogor sudah mencapai 86 dapur dari target 110 dapur. Dedie menambahkan, dari tiap dapur tersebut ada sekitar 3.000 penerima manfaat.
“Dari total dapur yang ada saat ini, maka sekitar 240.000 warga yang telah menerima manfaat,” pungkasnya.
(rea/rir)
[Gambas:Video CNN]

