Thomas Djiwandono Deputi Bank Indonesia (Foto: Okezone)
JAKARTA – Sesaat sebelum dinyatakan terpilih secara mufakat oleh Komisi XI DPR RI, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono memberikan penjelasan mendalam mengenai visi sinergi fiskal dan moneter yang ia tawarkan.
Thomas menegaskan bahwa kolaborasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) di masa depan akan berfokus pada akselerasi pertumbuhan ekonomi, bukan lagi pada skema darurat seperti masa pandemi.
Menurut Thomas, kondisi ekonomi nasional yang stabil saat ini memungkinkan otoritas fiskal dan moneter untuk bekerja lebih erat guna mendorong target pertumbuhan yang lebih tinggi.
“Secara singkatnya, saya menekankan bahwa sinergi fiskal dan moneter itu sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi ke depan, dan sangat bisa karena kondisi ekonomi kita sedang baik, dan moneter dan fiskal memang sudah bekerja sama selama ini,” jelas Thomas kepada media di Komisi XI DPR RI, Senin (26/1/2026).
Menjawab pertanyaan mengenai potensi keberlanjutan skema burden sharing (berbagi beban) dalam pembiayaan APBN, Thomas memberikan batas yang tegas. Ia menyebut bahwa burden sharing adalah instrumen masa lalu yang lahir karena kondisi luar biasa (Pandemi COVID-19), sedangkan fokus saat ini adalah efisiensi likuiditas untuk mendukung pertumbuhan.

