Tren ‘Slow Travel’ Jadi Opsi Wisata, Wisata Anti Lelah yang Tak Terburu-buru. (Foto: Ist)
JAKARTA – Pernahkah merasa lelah dengan pola berwisata yang hanya sekedar berkunjung tanpa menikmati dan mendalami makna arti spot yang dikunjungi? Seperti sisi budaya, kearifan lokal bahkan menjiwai keindahan alam yang disuguhkan. Jika merasa lelah dengan semua itu, maka tren “Slow Travel” cocok untuk diikuti.
Alih-alih mengejar daftar panjang destinasi dalam satu hari, “Slow Travel” membuat para wisatawan lebih memilih untuk “tinggal” sejenak, menghirup udara alam, dan menyelami dan mempelajari budaya lokal dengan ritme yang lebih tenang.
Sehingga, kesan berwisata tak hanya sekedar berkunjung dan melihat dengan kasat mata, tapi juga memiliki makna mendalam terkait tempat yang kita kunjungi.
Tren tersebut menumbuhkan sensasi baru dalam dunia pariwisata baik lokal maupun mancanegara. Banyak wisatawan yang akhirnya mencari spot wisata yang bisa memberikan sensasi berbeda yang dilengkapi dengan wisata budaya (culture tourism) yang dipadukan dengan keindahan alam (nature tourism).
Salah satu negara yang banyak dikunjungi untuk mencari tempat wisata seperti di atas adalah Hong Kong. Kota yang sering dicitrakan sebagai metropolis yang sibuk, ternyata menyimpan sisi lain yang sangat selaras dengan prinsip ini.
Berdasarkan data resmi dari Hong Kong Tourism Board (HKTB), sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 27.789 wisatawan Indonesia berkunjung ke Hong Kong. Salah satunya yang banyak dicari dan dikunjungi adalah wisata Ngong Ping 360 yang terletak di dataran tinggi bagian barat Pulau Lantau Hong Kong.
