Karena itu, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak seluruh pemerintah daerah mengindentifikasi dan mengintegrasikan seluruh potensi desa sebagai keunggulan Kopdes Merah Putih. Kemenkop dipastikan siap mendukung melalui pembiayaan dan pendampingan bagi Kopdes Merah Putih.
“Kopdes Merah Putih akan menjadi instrumen untuk menumbuhkan perputaran uang di desa, sehingga secara agregat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional lebih tinggi lagi dan harapannya akan jadi ekosistem ekonomi yang baru,” kata Menkop saat membuka Musyawarah Wilayah Dekopinwil Jambi secara daring, Selasa, 27 Januari 2026.
Ferry mendorong agar desa dapat menjadi produsen, sebab sudah terlalu lama masyarakat menjadi konsumen. Masyarakat yang membuat produk-produk berdasarkan potensi sumber daya lokal, dipastikannya produk tersebut masuk ke gerai-gerai Kopdes Merah Putih.
Tidak hanya itu saja, Menkop juga akan memfasilitasi bantuan pembiayaan melalui LPDB Koperasi dan melakukan inkubasi terhadap produk-produk masyarakat desa dan kelurahan sehingga dapat berkembang lebih cepat.
“Seperti yang diharapkan oleh Presiden, masyarakat sekarang tidak boleh lagi sekadar penerima manfaat, harus diubah menjadi pelaku ekonomi. Oleh karena dibentuk badan usaha yang tepat, yaitu koperasi,” jelasnya.
Menkop menegaskan dengan pengelolaan yang professional Kopdes Merah Putih akan menjadi daya tarik bagi kalangan milenial dan gen Z untuk terlibat dalam ekosistem Kopdes. Milenial dan Gen Z sebagai generasi yang kreativitas dapat berproduksi dan memasarkan produknya melalui Kopdes.
“Dekopin sebagai mitra agar dapat melihat potensi kalangan milenial dan gen Z terlibat dalam koperasi dan menjadi tempat mereka bekerja, termasuk pelaku usaha di Jambi dengan produk-produknya dapat menjualnya di gerai Kopdes Merah Putih,” katanya.

