Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dion Markx Diproyeksikan Sebagai Talenta Masa Depan Persib

    January 28, 2026

    BMKG Peringatkan Ombak hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia : Okezone News

    January 28, 2026

    Cole Palmer Masuk Skuad Chelsea vs Napoli di Liga Champions

    January 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Sudewo Kembang Api, Maidi Karangan Bunga

    Sudewo Kembang Api, Maidi Karangan Bunga

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 27, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Di Pati, saat Bupati Sudewo ditangkap KPK, langit malam disulut kembang api. Di Madiun, ketika Walikota Maidi dibawa KPK di hari yang sama, jalanan justru dipenuhi karangan bunga. Fenomena unik.


    Ini bukan sekadar cerita kembang api dan bunga. Ini potret psikologi publik yang telanjang bulat.

    Rakyat Pati menyalakan kembang api bukan karena mereka gemar pesta. Mereka merayakan sesuatu yang lebih mahal dari hiburan, harapan. Harapan bahwa penderitaan mereka selama ini akhirnya mendapat titik. Bahwa keluhan yang mungkin tak pernah didengar, kini dijawab oleh suara borgol yang berbunyi “klik”. 



    Kembang api itu bukan simbol kegembiraan atas kejatuhan seseorang, tapi luapan emosi kolektif yang sudah lama dipendam. Seperti orang yang lama menahan kentut, lalu akhirnya meledak, pada mabur, bau tahu, ups.

    Sebaliknya, Madiun menangis dalam diam. Karangan bunga berdiri rapi, seolah berkata, “Kami tahu beliau salah, tapi kami juga tahu beliau bekerja.” Di mata banyak warga, Maidi bukan sekadar walikota, tapi sosok yang terasa hadir. 

    Ada kesan ia seperti Robin Hood versi lokal. Keras pada aturan, berani pada risiko, dan, menurut persepsi rakyat, lebih sering “mengambil dari yang kuat untuk memperindah hidup yang kecil-kecil”. Entah persepsi itu sepenuhnya benar atau tidak, yang jelas, kota ini pernah merasakan hasilnya.

    Di sana, Maidi menjadi simbol perubahan. Jalan-jalan dibenahi, kota ditata, pelayanan dirasakan. Maka ketika KPK datang, rasa yang muncul bukan hanya kaget, tapi juga duka. 

    Duka karena sosok yang dianggap hadir dalam kehidupan sehari-hari tiba-tiba dicabut dari panggung. Robin Hood boleh salah melanggar hukum kerajaan, tapi rakyat tetap mengenangnya sebagai pembela.

    Menariknya, dua reaksi ini sama-sama jujur. Sama-sama rakyat. Sama-sama tidak direkayasa buzzer. Tidak dibayar. Tidak dikomandoi.

    Inilah yang sering gagal dipahami para pejabat. Penilaian rakyat bukan soal pidana semata, tapi soal pengalaman. Rakyat menilai dengan perut, bukan pasal. Dengan jalan berlubang, bukan konferensi pers. Dengan antrean pelayanan, bukan baliho prestasi. 

    Ketika pemimpin hanya hadir saat kampanye, lalu menghilang dalam kekuasaan, jangan kaget jika rakyat menyalakan kembang api saat ia jatuh. Tapi ketika pemimpin hadir dalam denyut keseharian, meski akhirnya tergelincir, rakyat akan tetap mengantar dengan bunga.

    KPK, dalam cerita ini, hanyalah pemantik. Reaksi rakyatlah yang menjadi cermin paling jujur tentang kualitas kepemimpinan. Bukan soal siapa lebih bersalah atau lebih bersih, itu urusan hukum. 

    Ini soal ikatan emosional antara pemimpin dan yang dipimpin. Ikatan yang tidak bisa dibangun dengan spanduk, tapi dengan kerja yang terasa.

    Fenomena Pati dan Madiun memberi pesan keras, jabatan tidak otomatis melahirkan cinta. Kekuasaan tidak identik dengan penghormatan. 

    Ada pemimpin yang jatuh lalu dirayakan. Ada yang jatuh lalu diratapi. Itu ditentukan jauh sebelum KPK datang, ditentukan oleh cara mereka memimpin setiap hari.

    Maka bagi para pejabat yang hari ini masih duduk nyaman di kursi empuk, jangan sibuk bertanya bagaimana caranya lolos dari jerat hukum. Tanyakan satu hal yang lebih menohok, kalau suatu hari saya ditangkap, rakyat menyiapkan apa — kembang api atau karangan bunga?

    Pada akhirnya, kembang api dan karangan bunga adalah rapor yang paling jujur. Tidak bisa dimanipulasi. Tidak bisa dibantah dengan konferensi pers. 

    Jika saat Anda ditangkap rakyat menyalakan kembang api, itu pertanda kepemimpinan Anda meninggalkan luka. Rakyat merasa lebih lega ketika Anda pergi daripada saat Anda berkuasa. Itu sinyal, selama ini Anda hadir sebagai beban, bukan harapan.

    Sebaliknya, jika yang datang adalah bunga, itu tanda lain. Bukan tanda Anda suci, bukan pula pengampunan hukum. Itu tanda Anda pernah memperhatikan rakyat. 

    Pernah mendengar keluhan tanpa mikrofon. Pernah bekerja tanpa harus dipuji. Bunga adalah bahasa sunyi rakyat yang berkata, “Kami tahu Anda salah, tapi kami juga tahu Anda peduli.”

    Maka jangan remehkan reaksi publik. Di sanalah cermin kepemimpinan sesungguhnya. Hukum akan mencatat perkara, sejarah akan mencatat kebijakan, tapi rakyat akan mencatat rasa. 

    Rasa itulah yang menentukan, saat Anda jatuh, apakah langit menyala oleh kembang api, atau jalanan hening oleh bunga.

    Rosadi Jamani
    Ketua Satupena Kalbar





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Propam Usut Polisi Tuding Tukang Es Gabus Berbahan Spons

    January 28, 2026

    Respons Anak dan Orang Tua Murid soal Guru SD Pamulang Dipolisikan

    January 28, 2026

    STOXX 600 Capai Level Tertinggi, Sektor Perbankan Pimpin Reli Bursa Eropa

    January 28, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Dion Markx Diproyeksikan Sebagai Talenta Masa Depan Persib

    Berita Olahraga January 28, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Super League Indonesia: Proyek untuk masa depan mulai dipersiapkan Persib di separuh musim…

    BMKG Peringatkan Ombak hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia : Okezone News

    January 28, 2026

    Cole Palmer Masuk Skuad Chelsea vs Napoli di Liga Champions

    January 28, 2026

    Magang Nasional 2026 Siap Tampung 100.000 Fresh Graduate : Okezone Economy

    January 28, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Dion Markx Diproyeksikan Sebagai Talenta Masa Depan Persib

    January 28, 2026

    BMKG Peringatkan Ombak hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia : Okezone News

    January 28, 2026

    Cole Palmer Masuk Skuad Chelsea vs Napoli di Liga Champions

    January 28, 2026

    Magang Nasional 2026 Siap Tampung 100.000 Fresh Graduate : Okezone Economy

    January 28, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.