Ekonomi RI Tumbuh 5,7% di 2026, Gubernur BI: Berhenti {Wait and See} Akan Ketinggalan Kereta (Foto: Okezone)
JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini ekonomi Indonesia tumbuh 4,9 persen sampai 5,7 persen pada 2026. Dirinya meminta agar pelaku usaha atau investor tidak lagi wait and see, karena akan bisa ketinggalan kereta.
Hal ini disampaikan Purbaya saat merilis Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025. Dalam peluncuran tersebut, Perry memaparkan hasil evaluasi mendalam terhadap capaian ekonomi tahun lalu sekaligus memberikan proyeksi strategis untuk masa depan yang dirangkum dalam tiga pesan utama berinisial ‘OKS’ (Optimistis, Komitmen, dan Sinergi).
Pesan pertama, Optimistis (O), merujuk pada keyakinan BI bahwa tren positif pertumbuhan ekonomi tahun 2025 akan terus berlanjut. Perry memprediksi grafik pertumbuhan akan semakin mendaki pada dua tahun mendatang.
“Tahun 2026 ini kami perkirakan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4,9 sampai 5,7 persen. Dengan titik tengah ada 5,3 persen dan akan meningkat lagi menjadi 5,1 sampai 5,9 persen pada tahun 2027. Dengan tentu saja titik tengah yang lebih tinggi 5,5 persen,” kata Perry dalam peluncuran LPI, Rabu (28/1/2026).
Melihat proyeksi tersebut, Perry meminta para pelaku usaha untuk membuang sikap ragu-ragu dan segera melakukan ekspansi demi menggerakkan roda perekonomian nasional.
“Berhentilah wait and see. Kalau wait and see akan ketinggalan kereta, jadi optimistis lah bahwa ekonomi lebih baik,” tegasnya.

