“Bapak Presiden Prabowo Subianto juga kami undang untuk memberikan amanat pada Harlah 100 tahun NU,” kata Ketua PBNU Rumadi Ahmad, Kamis, 29 Januari 2026.
Rumadi menjelaskan, rangkaian acara akan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan pelaksanaan istighotsah kubra, mahallul qiyam, dan doa bersama. Selanjutnya, pada puncak peringatan Harlah Ke-100 Masehi akan digelar Rapat Akbar yang berlangsung pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB.
“Disebut Rapat Akbar karena diikuti seluruh elemen NU, mulai dari mustasyar, syuriyah, a’wan, dan tanfidziyah PBNU, hingga pengurus PWNU, PCNU, lembaga, badan otonom, serta badan khusus,” jelasnya.
Setelah Rapat Akbar, agenda dilanjutkan dengan penggalangan donasi untuk membantu korban bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Kegiatan ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, sebagai refleksi perjalanan panjang NU dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan sejak didirikan hingga memasuki abad kedua pengabdiannya.
Peringatan satu abad NU ini juga dimaknai sebagai selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender Masehi. Secara historis, NU didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriah, yang bertepatan dengan 31 Januari 1926.

