Hujan tersebut menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan dan memicu kepadatan lalu lintas, sehingga berdampak pada kelancaran perjalanan armada bus.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa penyesuaian layanan dilakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan pelanggan maupun armada yang beroperasi.
“Kondisi ini dipicu oleh genangan air dan kepadatan lalu lintas yang masih terjadi di sejumlah ruas jalan utama,” ujar Ayu.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah rute mengalami keterlambatan perjalanan, pengalihan lintasan, hingga perpendekan rute.
Transjakarta mencatat sebanyak 28 rute terdampak akibat genangan banjir. Dari jumlah tersebut, 22 rute terdampak secara langsung, terdiri atas 19 rute Mikrotrans, dua rute Angkutan Umum Integrasi, serta satu rute Bus Rapid Transit (BRT). Selain itu, terdapat tiga wilayah layanan yang mengalami keterlambatan perjalanan akibat genangan dan kemacetan.
Keterlambatan perjalanan tercatat di wilayah Petukangan hingga Kolong Tol JORR, Cawang Sentral hingga Halim, serta Pulo Nangka arah Monas. Sementara itu, sejumlah rute lain harus dialihkan, dipersingkat, bahkan ada yang dihentikan sementara karena kondisi genangan yang belum memungkinkan dilalui armada.
Ayu menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan berupaya agar seluruh layanan dapat kembali beroperasi normal secepatnya seiring membaiknya situasi.
“Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” tandasnya.
Transjakarta juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi layanan terkini secara real-time melalui aplikasi TJ: Transjakarta serta kanal resmi media sosial Transjakarta di X dan Instagram.

