Saat ini saja, Transjakarta sudah mengoperasikan lebih kurang 500 unit bus listrik dari berbagai merek, mulai dari VKTR, BYD, Golden Dragon, Zhongtong, Skywell, hingga Higer, yang seluruhnya bertipe bus besar dengan panjang mencapai 12 meter atau lebih.
Hal itu membuat INVI sebagai bagian dari Indika Energy Group yakin untuk meluncurkan produk bus berbahan bakar listrik ke pasaran, sebagai salah satu upaya mendukung visi net zero emission.
“INVI hadir untuk memastikan transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga feasible secara operasional dan bisnis bagi pelanggan. Kami membangun kemitraan jangka panjang yang berfokus pada reliability, sustainability, dan kesiapan ekosistem secara menyeluruh,” ungkap President Director INVI, Alif Prasetyo dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta, Daud Joseph, mengapresiasi kehadiran bus listrik medium Higer keluaran INVI ini. Sebagai operator utama dari lebih kurang 200 unit medium. Keluarnya bus listrik medium ini tentu menambah opsi kendaraan yang hingga saat ini masih belum banyak ketersediaan unit yang bisa dipilih.
“Kapan kita berhasil merubah bus yang begini menjadi lebih bagus tapi tidak ada lagi mesin injeksi, adanya adalah motor dari baterai. Mudah-mudahan tahun 2026 kita sudah bisa mengoperasikan bus medium yang bertenaga listrik,” ujar Daud.
Menanggapi harapan itu, Direktur Operasional INVI, Yusa Oktavia, optimis Bus Medium Listrik dari Higer ini sanggup menjadi solusi cepat kebutuhan penyediaan bus medium yang hingga masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Dengan pengalaman operasional 60 unit Bus Listrik di Medan, menjadi referensi sekaligus rekomendasi penting terkait operasional Bus Medium Listrik ini ke depannya.
“Armada EV bus di sana (Medan) telah menghadapi kondisi ekstrem, termasuk banjir, dan tetap dapat kembali beroperasi kembali dalam waktu kurang dari 2×24 jam. Hal ini menunjukan pentingnya kesiapan teknis, respons mekanik, dan koordinasi operasional yang solid dalam kontinuitas layanan,” pungkasnya.

