Ramdani Bur
, Jurnalis-Jum’at, 30 Januari 2026 |00:05 WIB
Fung Permadi (kanan) sempat membela Taiwan sebelum akhirnya mengabdi di PB Djarum. (Foto: PB Djarum)
KISAH Fung Permadi, legenda bulu tangkis Indonesia yang membela Taiwan dan runner-up BWF World Championships 1999 akan diulas Okezone. Fung Permadi sempat membela Indonesia pada 1980-an hingga 1990-an awal.
Prestasi Fung Permadi selama membela Indonesia adalah finis ketiga di Kejuaraan Asia 1992, atau ketika usianya berusia 25 tahun. Di ajang IBF World Grand Prix yang sekarang bernama BWF World Tour, Fung Permadi mencatatkan beberapa gelar seperti German Open 1990, Canada Open 1990, US Open 1990, dan Swiss Open 1993.
1. Pindah ke Taiwan pada 1994

Meski memiliki sederet prestasi di atas, Fung Permadi merasa kariernya tidak akan berkembang jika terus bertahan di Indonesia. Sebab, di masanya, Indonesia memiliki sederet pebulu tangkis berkualitas di nomor tunggal putra. Beberapa di antaranya Ardy B Wiranata, Hariyanto Arbi hingga peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budi Kusuma.
Fung Permadi pun memilih pindah ke Australia pada 1993. Namun, di sana Fung Permadi kesulitan karena harus mencari sponsor sendiri. Sampai akhirnya pada 1994, Fung Permadi pindah ke Taiwan.
2. Bersinar Bersama Taiwan
Bersama Taiwan, karier bulu tangkis Fung Permadi malah meningkat. Ia memenangkan beberapa gelar bergengsi seperti China Open 1996, Hong Kong Open 1996, World Grand Prix Finals 1996, Korea Open 1999, Chinese Taipen Open 1999 dan Swiss Open 1999.
Tahun 1999 bisa dibilang tahun keemasan Fung Permadi. Di tahun tersebut, Fung Permadi finis runner-up di BWF World Championships 1999 yang menjadi pencapaian prestasi terbaiknya sebagai pebulu tangkis. Saat itu di partai final, Fung Permadi kalah 5-16 dan 13-15 dari jagoan China, Sun Ju.

