Berdasarkan informasi yang dihimpun, Christea dan kelompoknya diketahui telah tinggal dan menginap di dalam area Kampus Unikama selama hampir lima bulan, terhitung sejak September 2025. Keberadaan mereka disebut tidak memiliki legitimasi hukum yang sah.
Tindakan pengeluaran tersebut dilakukan oleh mahasiswa, dosen, serta pihak yayasan sebagai respons atas terganggunya kegiatan akademik, baik perkuliahan mahasiswa maupun aktivitas dosen dan tenaga kependidikan.
Salah seorang Dosen Unikama, Romadon mengaku kecewa atas dikuasainya kampus oleh kelompok tak dikenal.
“Kami sudah jengah dengan kondisi kampus kami. Selama lima bulan, iklim kampus ini dikuasai oleh orang yang tidak punya wewenang di yayasan ini,” kata Romadon dalam keterangan resmi pada Kamis 29 Januari 2026.
Romadon berharap dengan perginya oknum massa memutus konflik dualisme di Unikama.
“Semoga dengan perginya orang-orang ini, suasana di kampus Unikama lebih tentram, damai dan enggak ada dualisme lagi,” kata Romadon.

