Langkah ini diambil untuk mengerem laju harga yang mulai “pedas” menjelang momen Ramadan dan Idulfitri.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, mengungkapkan bahwa semua Persetujuan Impor (PI) sudah diterbitkan. Saat ini, tinggal menunggu kapal pengangkut bersandar di pelabuhan.
“Seharusnya sih minggu-minggu ini sudah mendarat tuh bawang putihnya di Tanjung Priok, di akhir Januari ini atau di awal Februari. Kalau barangnya sudah ada, otomatis itu akan turun, akan sesuai dengan harga acuan,” ujar Iqbal optimis di Jakarta, Kamis 29 Januari 2026.
Berdasarkan data BPS, rata-rata harga bawang putih nasional pada pekan keempat Januari 2026 telah menyentuh Rp39.810 per kg. Angka ini sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp38.000 per kg.
Bahkan, di beberapa wilayah pelosok seperti Puncak Jaya dan Pegunungan Bintang, harganya sempat meroket hingga Rp100.000 per kg.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mencatat kenaikan harga ini sudah terjadi di lebih dari 57 persen wilayah Indonesia sejak Desember 2025.
Iqbal menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian telah menetapkan bawang putih sebagai komoditas prioritas. Dengan masuknya pasokan impor ini, kekosongan barang di pasar diharapkan segera teratasi.
“Menurut timeline yang mereka sampaikan kepada kita, akhir Januari atau awal Februari ini bawang putih tersebut sudah mendarat di Tanjung Priok. Jadi nggak ada hal yang perlu dikhawatirkan,” pungkas Iqbal.

