Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hansi Flick Siap Promosikan Tommy Marques ke Tim Utama

    January 31, 2026

    Bus Klinik dan Truk Laundry, Cara PDIP Bantu Korban Longsor Bandung Barat

    January 31, 2026

    Pemerintah Sebut Kemajuan Industri Wajib Diiringi dengan Kesejahteraan Buruh : Okezone News

    January 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Tugas NU Sekarang Mengisi Kemerdekaan dan Menjaga NKRI

    Tugas NU Sekarang Mengisi Kemerdekaan dan Menjaga NKRI

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 31, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada peringatan Harlah ke-100 NU yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.


    Secara hitungan Masehi, NU telah berusia 100 tahun dan bahkan lebih tua dibandingkan Republik Indonesia yang baru akan memasuki usia satu abad pada 2045 mendatang.

    “Hitungan Masehi, NU hari ini usianya 100 tahun. Lebih tua dari Republik Indonesia yang baru akan memperingati 100 tahun nanti 2045, 19 tahun lagi,” kata Muzani. 



    NU didirikan pada 1926 dalam kondisi bangsa yang masih terjajah, miskin, dan minim pendidikan. Namun, para ulama dan kiai saat itu memiliki kesadaran tinggi terhadap nasib bangsa, rakyat, dan umat.

    “Pada saat usia NU berdiri, yakni tahun 1926, kondisi rakyat kita, bangsa kita, dalam keadaan miskin, dalam keadaan tidak berpendidikan, dalam keadaan serba kekurangan. Tapi kesadaran yang tinggi dari para ulama, kesadaran yang tinggi dari para kyai akan bangsanya, akan rakyatnya, akan umatnya, kemudian mendirikan Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

    Sejak berdiri, lanjut Muzani, NU telah menjadi motor perlawanan terhadap penjajah melalui pondok pesantren dan pengajaran agama yang menanamkan semangat heroisme dan keadilan.

    “Karena itu, heroisme untuk menentang penjajah, menegakkan keadilan, mengusir penjajah, mulai menggeliat sejak NU berdiri,” tegas Politikus Gerindra ini.

    Muzani pun menyoroti kontribusi besar NU dalam memperkuat basis perjuangan nasional, termasuk dengan mendirikan organisasi kepemudaan dan paramiliter jauh sebelum Indonesia merdeka.

    “Kontribusi NU terhadap Republik Indonesia sejak berdiri sampai sekarang begitu besar. Ketika Republik Indonesia masih dalam keadaan lemah, angkatan bersenjata yang masih dalam keadaan kurang kuat, maka NU kemudian melahirkan berbagai macam organisasi, ada Gerakan Pemuda Ansor, bahkan Banser sebagai organisasi paramiliter NU berdiri sebelum Republik Indonesia berdiri,” ungkapnya.

    Menurutnya, Ansor berdiri pada 1934 dan Banser pada 1936 sebagai bagian dari upaya NU memperkuat perlawanan terhadap penjajah.

    Selain itu, Muzani juga menyinggung lagu Ya Lal Wathon yang telah digelorakan sejak sebelum kemerdekaan sebagai sarana membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan santri.

    “Itulah yang diciptakan oleh para ulama kita Mbah Wahab. Itulah yang diciptakan oleh para ulama kita, Mbah Hasyim. Itulah yang diciptakan oleh para ulama kita, para pemimpin pondok pesantren dalam menggelorakan bagaimana kita melawan penjajah,” tegas Muzani.

    Menutup sambutannya, Muzani menegaskan bahwa setelah Indonesia merdeka, NU tetap memikul tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.

    “Apa tugas NU setelah Indonesia merdeka? Tugas NU kemudian tidak berhenti karena Indonesia merdeka. Tugas NU adalah mengisi kemerdekaan, menjaga Republik Indonesia, menjaga keutuhan, dan menjaga kebersamaan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Muzani menambahkan, NU selalu berada di garda depan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk.

    “Bangsa yang besar seperti Indonesia dengan berbagai macam suku yang beragam, adat yang beragam, budaya yang beragam, pulau yang banyak, agama yang berbeda, tidak ada kata lain kecuali kita harus bersatu. Dan NU selalu berdiri di depan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Bus Klinik dan Truk Laundry, Cara PDIP Bantu Korban Longsor Bandung Barat

    January 31, 2026

    4.000 ASN di Jakarta Bakal Dilatih Jadi Komcad

    January 31, 2026

    Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

    January 31, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Hansi Flick Siap Promosikan Tommy Marques ke Tim Utama

    Berita Olahraga January 31, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Spanyol:Sejak beberapa waktu lalu, Hansi Flick telah menunjukkan kepercayaan yang besar kepada…

    Bus Klinik dan Truk Laundry, Cara PDIP Bantu Korban Longsor Bandung Barat

    January 31, 2026

    Pemerintah Sebut Kemajuan Industri Wajib Diiringi dengan Kesejahteraan Buruh : Okezone News

    January 31, 2026

    Minim Aktivitas Transfer, Diego Simeone Percaya Skuat Atletico Madrid

    January 31, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Hansi Flick Siap Promosikan Tommy Marques ke Tim Utama

    January 31, 2026

    Bus Klinik dan Truk Laundry, Cara PDIP Bantu Korban Longsor Bandung Barat

    January 31, 2026

    Pemerintah Sebut Kemajuan Industri Wajib Diiringi dengan Kesejahteraan Buruh : Okezone News

    January 31, 2026

    Minim Aktivitas Transfer, Diego Simeone Percaya Skuat Atletico Madrid

    January 31, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.