Indeks STOXX 600 ditutup menguat 1,03 persen ke level 617,31, pulih setelah tekanan di pasar logam mulia mereda. Investor tampaknya memilih untuk mengabaikan gejolak harga emas dan perak demi fokus pada rilis laporan keuangan perusahaan yang solid.
Kenaikan ini dimotori oleh sektor perbankan yang melesat ke level tertinggi sejak 2008, serta sektor kesehatan yang didorong oleh performa positif AstraZeneca. Selain itu, arus dana segar yang biasa masuk di awal bulan turut memberi tenaga tambahan bagi bursa-bursa utama seperti DAX Jerman dan FTSE Inggris untuk berakhir di zona hijau.
DAX Jerman bertambah 1,00 persen menjadi 24.784,92, sedangkan FTSE 100 Inggris melonjak 1,15 persen menjadi 10.34156, dan CAC Prancis menguat 0,67 persen ke 8.181,17
Menariknya, penurunan harga perak justru membawa berkah bagi produsen perhiasan Pandora, yang sahamnya melonjak 9 persen karena ekspektasi biaya bahan baku yang lebih murah.
Di sisi lain, pasar global juga tengah mencermati sentimen dari Amerika Serikat (AS) terkait calon Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, yang dinilai bakal membawa kebijakan moneter lebih ketat sehingga memicu penguatan Dolar.
Hingga awal 2026 ini, kinerja saham Eropa terbukti cukup tangguh dengan pertumbuhan 4,2 persen, melampaui indeks S&P 500 milik AS.
Meski begitu, tidak semua saham bernasib baik; bank asal Italia, BFF, sempat jatuh hingga 45 persen setelah CEO mereka mengundurkan diri.
Kini, perhatian pasar tertuju pada pekan ini karena 30 persen emiten besar Eropa dijadwalkan akan segera merilis laporan keuangan terbaru mereka.

