Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Club Brugge Tutup Pintu, Crystal Palace Gagal Dapatkan Joel Ordonez

    February 3, 2026

    PPATK Awasi Aliran Dana Program MBG

    February 3, 2026

    Apakah Ada Skincare yang Bisa Dimakan? : Okezone Women

    February 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Kasus Suap CPO, Vonis Eks Ketua PN Jaksel Ditambah Jadi 14 Tahun Bui

    Kasus Suap CPO, Vonis Eks Ketua PN Jaksel Ditambah Jadi 14 Tahun Bui

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 3, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman terdakwa Muhammad Arif Nuryanta dari semula 12,5 tahun penjara menjadi 14 tahun di kasus suap terkait putusan lepas tiga korporasi dalam perkara ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya periode Januari-April 2022.

    Pengadilan tingkat banding mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Nomor: 70/Pid.Sus-TPK/2025/PN.JKT.PST tanggal 3 Desember 2025 sepanjang mengenai lamanya pidana, pidana penjara pengganti denda dan pidana penjara pengganti uang pengganti.

    Arif menerima suap dalam dua tahap dengan nilai keseluruhan Rp14.734.276.000,00.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Muhammad Arif Nuryanta oleh karena itu dengan pidana penjara selama 14 tahun dan denda sejumlah Rp500.000.000,00 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka harta kekayaan Terpidana disita dan dilelang oleh Jaksa untuk membayar denda tersebut dan apabila tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 140 hari,” demikian amar putusan banding dikutip Selasa (3/2).





    Perkara nomor: 4/PID.SUS-TPK/2026/PT DKI ini diperiksa dan diadili oleh ketua majelis Albertina Ho dengan hakim anggota H. Budi Susilo dan Bragung Iswanto. Panitera Pengganti Roslina Napitupulu. Putusan dibacakan pada Senin, 2 Februari 2026.

    Majelis hakim banding menilai Arif yang merupakan mantan Ketua PN Jakarta Selatan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menerima suap yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu subsidair.

    Selain pidana badan, Arif juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp14.734.276.000,00 dengan ketentuan jika Terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti.

    “Dan dalam hal Terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana dengan pidana penjara selama 6 tahun,” ucap hakim.

    Hakim menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Arif dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

    “Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan,” kata hakim.

    Sebelumnya, di tingkat pengadilan pertama, Arif yang juga pernah menjadi Wakil Ketua PN Jakarta Pusat dihukum dengan pidana 12,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

    Dia juga dihukum membayar uang pengganti sejumlah Rp14,7 miliar subsider 5 tahun penjara.

    Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ingin Arif dihukum dengan pidana 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah uang pengganti Rp15,7 miliar subsider 6 tahun penjara.

    Kasus suap terkait putusan lepas terhadap tiga korporasi dalam perkara ekspor minyak sawit mentah juga melibatkan majelis hakim PN Jakarta Pusat yaitu Djuyamto, Agam Syarief Baharudin, dan Ali Muhtarom, serta mantan Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Wahyu Gunawan.

    Tiga korporasi yang terlibat dalam kasus ekspor minyak sawit mentah adalah PT Musim Mas Group, PT Permata Hijau Group, dan PT Wilmar Nabati Group.

    (fra/ryn/fra)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Eyang Meri, Istri Jenderal Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun

    February 3, 2026

    Penampakan Api Abadi Mrapen Grobogan Padam

    February 3, 2026

    Seskab Ungkap Pesawat yang Dipakai Prabowo Lawatan ke Luar Negeri

    February 3, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Club Brugge Tutup Pintu, Crystal Palace Gagal Dapatkan Joel Ordonez

    Berita Olahraga February 3, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Transfer: Klub asal Belgia, Club Brugge, dikabarkan telah menolak tawaran yang diajukan oleh…

    PPATK Awasi Aliran Dana Program MBG

    February 3, 2026

    Apakah Ada Skincare yang Bisa Dimakan? : Okezone Women

    February 3, 2026

    Eyang Meri, Istri Jenderal Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun

    February 3, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Club Brugge Tutup Pintu, Crystal Palace Gagal Dapatkan Joel Ordonez

    February 3, 2026

    PPATK Awasi Aliran Dana Program MBG

    February 3, 2026

    Apakah Ada Skincare yang Bisa Dimakan? : Okezone Women

    February 3, 2026

    Eyang Meri, Istri Jenderal Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun

    February 3, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.