Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Situasi Aston Villa Memaksa Unai Emery untuk Kembali Melirik Harvey Elliott

    February 4, 2026

    Lewat Kampung Haji, RI Jadi Negara Pertama yang Punya Properti di Arab Saudi

    February 4, 2026

    Prilly Latuconsina Klaim Tak Berniat Singgung Pencari Kerja Usai Pasang OpentoWork di LinkedIn : Okezone Celebrity

    February 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Mungkinkah Berhaji Pakai Kapal?

    Mungkinkah Berhaji Pakai Kapal?

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 4, 2026No Comments7 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



     
    Sudah bukan rahasia umum jika pesawat terbang yang menjadi moda satu-satunya dalam pelaksanaan haji menyedot tingginya pembiayaan. Biaya tinggi ini sangat sulit dikurangi, terlebih kapasitas pesawat hanya terisi penuh saat berangkat menuju Makkah, namun hampir dipastikan kosong saat balik ke tanah air untuk kembali menjemput keberangkatan kloter jamaah berikutnya. Hal yang sama juga terjadi saat momen kepulangan.
     


    Saat ini saja, pelayanan transportasi jamaah haji ke tanah suci harus melibatkan tiga maskapai besar, yaitu Garuda Indonesia, Saudia, dan Lion Air. Ketersediaan maskapai yang siap mengangkut, siap dengan standar halal, siap dengan awak yang mampu menyesuaikan diri dengan budaya Indonesia, sedikit sulit diperoleh.
     
    Untuk itulah, pemerintah harus memikirkan terobosan baru sesegera mungkin. Mengingat potensi penambahan kuota haji secara signifikan kita sangatlah besar terkabul. Melihat Visi Arab Saudi 2030, antrean masa tunggu yang harus segera dipangkas, serta tanggungan biaya haji yang juga berpotensi tiba-tiba meningkat karena tergantung kurs valuta asing, perlu hadirnya terobosan dalam waktu dekat.



    Wacana Berhaji Pakai Kapal
     
    Salah satu terobosan yang bisa dipertimbangkan pemerintah ialah pemberangkatan jamaah kembali menggunakan kapal laut penumpang atau kalau perlu kapal pesiar. Kita sebut saja Haji Cruise atau mungkin Haji Maritim. Konsep pemberangkatan jamaah haji yang ini sangat sesuai untuk bangsa yang pernah bercita-cita menjadi “Poros Maritim Dunia”.
     
    Ada banyak manfaat yang bisa dipetik bila moda ini kembali dijalankan pemerintah. Mulai kapasitas pemberangkatan yang bisa sangat besar, keleluasan waktu berangkat yang fleksibel, dan yang paling penting ialah potensi menekan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sampai titik terendah, di mana salah satu komponen terbesarnya ialah transportasi menuju dan kembali dari tanah suci. 

    Meski bukan perbandingan yang setara, salah satu alasan logis yang bisa mulai dikaji ialah dengan meninjau tarif distribusi barang dunia saat menggunakan kapal laut dibanding menggunakan pesawat kargo. Tetapi sekali lagi ini bukan perbandingan yang setara, namun layak untuk dipertimbangkan menjadi kajian.
     
    Sebagai negara kepulauan, dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, angkutan kapal laut bukanlah moda transportasi yang asing bagi sebagian besar masyarakat yang beberapa wilayah perairannya menjadi jalur utama pelayaran dunia. Bahkan, beberapa puluh tahun yang lalu, bangsa ini masih berlayar untuk berhaji.
     
    Dari sisi keamanan, moda Haji Maritim ini seharusnya lebih siap mengatasi ancaman terorisme. Seperti musim haji 2025 lau, saat kondisi Timur Tengah mulai memanas, terjadi dua kali ancaman ledakan bom yang menyasar dua pesawat Saudia pembawa pulang jamaah haji kita. Dengan berbagai keterbatasan yang ada pada moda jalur udara ini, sangat sulit bagi kita untuk melakukan tidak preventif di awal.
     
    Kondisi sebaliknya justru ada pada moda jalur laut. Kita sangat mungkin menempatkan banyak personel TNI  dan Polri di atas kapal. Angkatan laut kita sudah barang tentu bisa melakukan pengawalan sampai tahap tertentu yang mungkin dijalankan. Bukan berarti jalur laut minim ancaman terorisme, tetapi setidaknya bila ancaman tersebut terjadi di udara, tentulah sebisa dan sesegera mungkin pilot melakukan pendaratan darurat, yang  belum tentu ada bandara yang dekat serta aman untuk hal ini.
     
    Kita mungkin masih ingat salah satu dari dua pesawat Malaysia Airlines yang terkena musibah, yaitu insiden pesawat MH17 yang disinyalir tertembak rudal akibat salah identifikasi pesawat malang itu. Kondisi ini pun sejatinya juga berpotensi terjadi pada kita. Minimal terkena ancaman-ancaman yang terjadi pada musim haji lalu. Kondisi jalur penerbangan kita ke tanah suci yang melalui wilayah konflik Timur Tengah saat ini, sedikit banyak membuat tentu harus sebisa mungkin menghindarinya. 

    Terbukti dengan memanasnya konflik saat masa kepulangan haji tahun lalu, terjadi dua ancaman yang cukup membuat geger negeri kita. Imbasnya, pesawat-pesawat pengakut jamaah haji kita harus mencari jalur terbang lain yang menambah waktu penerbangan. Di masa mendatang, bila situasi belum juga mereda, pihak maskapai pastilah menghitung ulang biaya pengangkutan jamaah yang sekali lagi akan menambah beban BPIH kita.
     
    Saudi sendiri di Timur Tengah bukanlah negara tidak memiliki musuh. Meski saat ini mengemban amanah sebagai penjaga dua kota suci Umat Islam, perangai negara kaya minyak ini yang seringkali berkonflik dengan negara di sekitarnya terasa cukup mengkhawatirkan. Bukan tanpa alasan, tetapi sebagian angkutan haji kita menggunakan maskapai berbendera negara tersebut. Efek domino invasi Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, yang dilanjutkan dengan ancaman aneksasi terhadap Greenland, serta dengan semakin panasnya konflik dengan Iran, tentu juga harus menjadi pertimbangan keamanan udara jamaah haji kita.

    Potensi Haji Maritim
     
    Dengan melihat kondisi sekarang, serta melihat sejarah Arab Spring, risiko konflik makin memanas, meluas, dan berimbas pada lalu lintas udara perjalanan haji sangat mungkin terganggu. Meski di tanah suci sendiri, selama ini relatif aman.
     
    Di sisi lain, kepentingan maupun kesenangan personal jamaah juga bisa dihadirkan lebih maksimal dengan moda Haji Maritim ini. Seperti kita tahu, salah satu kesenangan sekaligus beban berat jamaah haji saat pulang ke tanah air ialah terkait oleh-oleh atau buah tangan yang ingin semaksimal mungkin dipenuhi oleh para jamaah untuk keluarga maupun kerabat yang dicintainya. 

    Dengan terbatasnya kapasitas bagasi serta pembatasan jenis barang yang boleh diangkut ke dalam pesawat, membuat jamaah kita sering merasa kecewa karena berat kopernya sudah melebihi ambang batas maksimal bagasi penumpang. Salah yang satu jadi masalah ialah “kenekatan” jamaah membawa Air Zam-zam ke dalam pesawat yang pada akhirnya malah terkena razia dan cukup merepotkan banyak orang bila harus membongkar ulang koper saat di bandara.
     
    Berbagai masalah dan batasan tersebut, seharusnya bisa diatasi ketika menggunakan kapal laut. Berat, dimensi, hingga jenis barang yang dibatasi, bisa diperluas atau ditambahkan kapasitasnya. Ini bisa seharusnya justru bisa memperkuat daya tawar kita kepada Arab Saudi untuk menambah secara signifikan kuota haji kita. Sudah rahasia umum di tanah suci, jamaah haji kita terkenal ramah, dermawan, serta royal berbelanja. Ini bisa jadi penguat posisi tawar kita, karena ada potensi besar perputaran ekonomi di negara yang saat ini sedang berusaha keluar dari bayang-bayang ketergantungan dari berjualan minyak ini.
     
    Lebih dari itu, kondisi edukasi jamaah haji kita yang belum maksimal bisa menjadi alasan penguat mengapa Haji Maritim ini sangat relevan untuk kita jalan sesegera mungkin. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak jemaah yang belum memiliki pengetahuan haji secara maksimal ketika berangkat. Hal ini tidak terlepas dari seringkali terbatasnya waktu untuk manasik, baik disebabkan oleh jadwal manasik yang tak jarang semakin singkat, manasik yang mulai banyak melalui daring, hingga kesesuaian waktu pembekalan dengan jam kerja para calon haji. Ini cukup riskan karena terkait dengan sah atau tidaknya jamaah haji kita.
     
    Dengan Haji Maritim, kondisi perjalanan yang jauh lebih lama bisa menjadi sebuah keuntungan spiritual. Selama perjalanan, para calon haji ini bisa mengulang materi, praktek, hingga berbagai hal positif lainnya. Situasi yang seakan bersifat semi karantina, membuat  para calon haji ini bisa fokus memperdalam berbagai syarat, rukun, ataupun materi haji semakin mendalam. Hal yang sulit terjadi bila perjalanan dengan pesawat. Saat tiba di Madinah sudah mulai sibuk mengejar Arbain dan belanja, serta ketika di Makkah sibuk dengan umrah dan juga tentu saja belanja.
     
    Untuk itu, relevankah pemerintah mulai serius menggarap potensi Haji Maritim ini? Melihat berbagai potensi nilai positif di atas, tentu saja sangat relevan! Sebagai catatan, kita punya banyak operator angkutan laut yang sudah berpengalaman puluhan tahun berlayar. Pemerintah sendiri memiliki dua operator yang sudah puluhan tahun dan masih eksis saat ini yaitu ASDP dan Pelni. Belum lagi perusahaan milik pemerintah yang saat ini tengah vakum, namun pernah menjadi representasi merah putih dengan berlayar keliling dunia pada masa lalu, yaitu Djakarta Lloyd, yang mungkin saja bisa dihidupkan lagi.
     
    Jadi, sebagai bangsa yang mengaku bernenek moyang pelaut, menganut agama yang disebarkan juga oleh apra pelaut, serta pernah bercita-cita menjadi “Poros Maritim Dunia”, sudah sepantasnya kita tidak asing berangkat haji dengan berlayar!

    Anugrah P. Sulistyawan
    Peneliti National Maritime Institute (Namarin), Ketua Ikatan Jamaah Haji 2025 Jagakarsa





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Lewat Kampung Haji, RI Jadi Negara Pertama yang Punya Properti di Arab Saudi

    February 4, 2026

    Pelimpahan Berkas WNA China Liu Xiaodong akan Membuka Tabir Kejahatan Lebih Besar

    February 4, 2026

    IHSG Dibuka Melemah Tipis 0,02 Persen

    February 4, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Situasi Aston Villa Memaksa Unai Emery untuk Kembali Melirik Harvey Elliott

    Berita Olahraga February 4, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Inggris: Harvey Elliott akan otomatis menjadi pemain permanen Aston Villa jika ia…

    Lewat Kampung Haji, RI Jadi Negara Pertama yang Punya Properti di Arab Saudi

    February 4, 2026

    Prilly Latuconsina Klaim Tak Berniat Singgung Pencari Kerja Usai Pasang OpentoWork di LinkedIn : Okezone Celebrity

    February 4, 2026

    KPK Lacak Aliran Uang Kasus Bupati Pati, Terbuka Pakai Pasal TPPU

    February 4, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Situasi Aston Villa Memaksa Unai Emery untuk Kembali Melirik Harvey Elliott

    February 4, 2026

    Lewat Kampung Haji, RI Jadi Negara Pertama yang Punya Properti di Arab Saudi

    February 4, 2026

    Prilly Latuconsina Klaim Tak Berniat Singgung Pencari Kerja Usai Pasang OpentoWork di LinkedIn : Okezone Celebrity

    February 4, 2026

    KPK Lacak Aliran Uang Kasus Bupati Pati, Terbuka Pakai Pasal TPPU

    February 4, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.