Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik pedas sumbangan tersebut saat berbicara di hadapan mahasiswa. Ia menyinggung besarnya iuran itu yang dikaitkan dengan kasus siswa kelas IV SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Saya tadi baca berita di NTT, anda tahu berita itu, anak umur 10 tahun memilih bunuh diri, saya pakai kata memilih. Untuk menyelamatkan hidup di dunia, dia minta dibelikan buku, ibunya bilang tidak ada uang, lalu dia memilih bunuh diri, satu tindakan Republikanisme,” kata Rocky dikutip dalam kanal youTube pribadinya, Rabu, 4 Februari 2026.
“Yang kalau kita bongkar, anak 10 tahun bisa memilih bunuh diri dan menulis surat pada ibunya, ‘ibu saya pergi dulu, ibu tidak perlu bersedih’. Harga buku itu berapa? (misal) Rp10 ribu. Rp10 ribu (itu) berapa per mil dari Rp17 triliun yang disumbangkan oleh Prabowo pada Donald Trump?” sambungnya menegaskan.
Rocky menjelaskan bahwa siswa tersebut telah mengirim pesan mendalam bagi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini yang minim dengan etos Republikanisme.
“Dia memilih untuk dia mau pergi, dan tanpa ragu dia putuskan, hidup saya harus saya hentikan supaya hidup ibu saya berlanjut, supaya hidup lima adiknya berlanjut, supaya hidup di kecamatan itu berlanjut, supaya publik mengerti bahwa ada yang tidak beres dengan urusan republik. God of small things,” pungkas Rocky.
Siswa kelas IV SD berinisial YS sebelumnya ditemukan gantung diri di pohon cengkeh akibat tidak dibelikan buku oleh ibunya di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, Kamis, 29 Januari 2026.. YS sempat menulis surat kepada ibunya yang isinya sangat menyentuh hati.

