Berdasarkan ulasan eksklusif dari The Guardian, berikut adalah fakta-fakta kunci mengenai film yang sangat dinanti oleh para penggemarnya ini:
1. Proyek Ambisius “One-Man Show”
Markiplier tidak main-main dalam debut film fiturnya. Ia tidak hanya menjadi pemeran utama, tetapi juga menulis naskah, menyutradarai, dan membiayai sendiri film ini secara independen.
Film ini bahkan dirilis di bioskop tanpa hoopla promosi besar-besaran seperti film Hollywood pada umumnya, namun tetap dinanti oleh pengikut setianya.
2. Adaptasi dari Game Simulasi Kapal Selam
Bagi para gamer, judul ini mungkin terdengar familier. Film ini merupakan adaptasi dari game simulasi kapal selam luar angkasa karya Dave Szymanski dengan judul yang sama.
Markiplier mencoba mendekati genre horor dari sudut pandang yang dianggap segar melalui adaptasi ini.
3. Plot: Misi Narapidana di Luar Angkasa
Cerita berfokus pada karakter bernama Simon (diperankan oleh Markiplier), seorang narapidana berambut gondrong yang menjalankan misi antargalaksi yang samar.
Ia mengendalikan sebuah pesawat yang kotor dan kumuh sendirian, sambil dihantui keraguan tentang nasib umat manusia.
Karakter Simon digambarkan sibuk menyelesaikan tugas-tugas teknis?”seperti menabrak sesuatu atau mengunduh data?”layaknya seorang ayah yang stres melihat daftar pekerjaan rumah di hari Minggu.
4. Kritik Keras: Minim Tontonan & Membosankan
Sayangnya, ulasan The Guardian memberikan kritik pedas. Film ini disebut memiliki nada yang depresif dengan pacing (laju cerita) yang lambat dan hampir tidak memiliki aspek spektakuler.
Kritikus menyebutnya seperti naskah sandiwara radio yang “memaksa untuk bercerita” karena secara visual tidak banyak yang bisa diperlihatkan. Bahkan, pengalaman menontonnya disamakan dengan menghabiskan 12 jam di Twitch dengan tirai tertutup.
5. Sindrom Karakter Utama & Durasi
Meskipun Markiplier dinilai cukup stabil berakting di depan kamera, ia dianggap belum mampu mengangkat beban dramatis untuk mengubah plot film pendek menjadi film fitur berdurasi dua jam lebih.
Kritikus menyebut ini sebagai kasus besar “Main Character Syndrome,” di mana rekan mainnya hanya hadir sebagai suara latar.
Namun, diprediksi bahwa anggaran yang lebih besar dan set yang lebih megah pasti akan menghampiri Mark di masa depan.

