Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lewis Hamilton Diragukan Raih Gelar Kedelapan F1

    January 11, 2026

    Prananda-Puan Kompak Cium Megawati

    January 11, 2026

    Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Naik Pangkat, Pengamat Nilai Prabowo Perhatikan Atlet : Okezone News

    January 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Menutupi Dosa Sejarah dengan Narasi Jasa Seperti Bius Amnesia

    Menutupi Dosa Sejarah dengan Narasi Jasa Seperti Bius Amnesia

    PewartaIDBy PewartaIDNovember 10, 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Melalui pernyataan bersama yang dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, mereka menilai keputusan itu berpotensi menodai integritas moral bangsa dan melukai keadilan sejarah.


    Dalam dokumen yang ditandatangani antara lain oleh Andi Arief, Rachland Nashidik, Rocky Gerung, Bivitri Susanti,  Syahganda Nainggolan, Denny Indrayana, dan sejumlah tokoh lain, disebutkan bahwa pengakuan terhadap jasa seseorang tak boleh dijadikan dalih untuk menutupi kesalahan masa lalu.

    “Kami tak menolak mengakui jasa siapa pun terhadap Republik ini , termasuk Soeharto. Tetapi kepahlawanan adalah hal yang jauh lebih besar dan penting dari sekadar menghargai jasa seseorang,” demikian pernyataan bersama yang diunggah Andi Arief lewat akun X miliknya, Senin, 10 November 2025.



    Para aktivis menegaskan, gelar pahlawan tidak semestinya dijadikan alat untuk menormalisasi kekuasaan yang sarat pelanggaran. Mereka menyebut, menutupi kejahatan sejarah dengan narasi jasa sama saja dengan menyuntikkan bius amnesia sejarah ke tubuh bangsa.

    “Kepahlawanan adalah mekanisme moral kolektif: Cara suatu bangsa untuk mendidik anak-anaknya membedakan benar dari salah dalam sejarah. Memilih mana yang patut dihormati dan mana yang harus menjadi pelajaran,” sambung pernyataan tersebut.

    Lebih jauh, para aktivis juga menyinggung soal ketimpangan dalam rekonsiliasi sejarah. Jika rekonsiliasi dimaksudkan untuk menyembuhkan luka-luka bangsa, mereka mempertanyakan mengapa negara tidak memberi pengakuan serupa kepada para tokoh kiri Indonesia yang berperan dalam perjuangan anti-kolonialisme namun dihapus dari catatan sejarah resmi karena perbedaan ideologi.

    “Apakah bangsa ini telah kehilangan keberanian untuk mengakui sejarahnya sendiri? Apakah nilai-nilai yang hendak diajarkan kepada anak anak dan cucu kita dari sikap inkonsisten dan mau menang sendiri tersebut? Bahwa kekuasaan boleh berbuat apa saja sepanjang mendatangkan kemakmuran? Bahwa kepatuhan pada negara lebih penting daripada kemanusiaan dan solidaritas sosial? Bahwa kebebasan adalah ancaman konstan pada pembangunan ekonomi?“ tanya para aktivis.

    Pernyataan bersama itu ditutup dengan penegasan bahwa bangsa yang menutupi masa lalunya bukan sedang membangun masa depan, melainkan memperpanjang bayang-bayang sejarah yang belum selesai.

    “Terhadap kemungkinan itu, kami menyatakan tidak setuju,” demikian para aktivis.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Prananda-Puan Kompak Cium Megawati

    January 11, 2026

    Perlu Inpres Diskresi untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

    January 11, 2026

    Persib Kuasai Puncak Klasemen Super League usai Tekuk Persija

    January 11, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Lewis Hamilton Diragukan Raih Gelar Kedelapan F1

    Berita Olahraga January 11, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita F1: Sejumlah besar penggemar Formula 1 tidak yakin bahwa Lewis Hamilton akan mampu…

    Prananda-Puan Kompak Cium Megawati

    January 11, 2026

    Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Naik Pangkat, Pengamat Nilai Prabowo Perhatikan Atlet : Okezone News

    January 11, 2026

    Jalen Williams Akui Masih Sulit Tampil Apik Pasca Cedera Pergelangan Tangan

    January 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Lewis Hamilton Diragukan Raih Gelar Kedelapan F1

    January 11, 2026

    Prananda-Puan Kompak Cium Megawati

    January 11, 2026

    Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Naik Pangkat, Pengamat Nilai Prabowo Perhatikan Atlet : Okezone News

    January 11, 2026

    Jalen Williams Akui Masih Sulit Tampil Apik Pasca Cedera Pergelangan Tangan

    January 11, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.