Machine56, lahir di Bandung dan kini dikenal secara internasional, terkenal dengan tipografi terenkripsi dan visual cyber ala manga.
Dalam kolaborasi ini, gaya Machine56 dipadukan dengan identitas visual DHL yang khas, tapi bukan sekadar menempelkan logo, melainkan sebuah dialog. Koleksi ini diciptakan bukan hanya untuk dikenakan, tetapi untuk bercerita tentang pergerakan, tentang sistem, dan tentang orang-orang di baliknya.
Beberapa elemen logistik seperti airway bill dan kode industri dijadikan dasar desain, lalu diolah dengan gaya khas Machine56. Koleksi ini mencakup jaket, pullover, messenger bag, lanyard, hingga T-shirt, semuanya menggabungkan fungsi, tampilan kuat, dan gaya hidup yang aktif.
Ahmad Mohamad dari DHL menjelaskan bahwa kolaborasi ini menunjukkan bagaimana logistik dan kreativitas bisa bertemu, sekaligus membuka cara baru untuk terhubung dengan generasi muda, kreator, dan komunitas global.
“Di DHL, pekerjaan kami sejak awal adalah memastikan segala hal bisa terus bergerak. Melalui kolaborasi ini, kami mengeksplorasi kemungkinan yang lahir ketika ide dan kreativitas saling bertemu dan membuka cara pandang baru,” ujar Ahmad Mohamad, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, dalam keterangannya yang dikutip Jumat 6 Februari 2026..
Bagi Machine56, kolaborasi ini lebih personal. Rajaya Yogaswara, Founder Machine56, mengatakan bahwa bekerja dengan identitas DHL adalah tantangan kreatif: mereka mengambil struktur visual DHL sebagai “cetakan” dan menambahkan sentuhan khas Machine56. Hasilnya adalah kombinasi antara aturan dan ekspresi yang terasa hidup.
Koleksi kapsul ini menjadi langkah baru bagi kreator Indonesia untuk menunjukkan karya lokal di panggung internasional, sekaligus membuktikan bahwa desain dan identitas yang asli bisa bersaing secara global.

