Ia menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Anggota DPR di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, Jumat, 6 Februari 2026.
“Jadi nggak boleh ada yang merasa bahwa ah ini anak Jakarta, ini anak daerah. Udahlah, bahwa kita lahir di daerah dan Jakarta itu fakta. Tapi tidak untuk berada dalam positioning di Partai Golkar bahwa ada kelas A, kelas B. No nggak ada itu,” ujar Bahlil.
Selain itu, ia juga mengklaim Golkar tidak menjadikan latar belakang sebagai satu indikator dalam menugaskan atau menempatkan kader, tetapi pada kualitas.
“Ya karena jujur, sekarang itu adalah kita memprioritaskan orang yang memenuhi PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tanggung Jawab). Yang bisa bekerja. Nggak bisa lagi kita berpikir karena dia anak ini, dia anak teman saya, dia sahabat saya, udahlah,” urainya.
“Golkar ini semua striker. Ini striker semua. Ini seperti main futsal semalam gitu loh. Futsal itu tidak mesti habis pertandingan baru ganti pemain. Tiga menit, capek, keluar, baru masuk. Tujuannya kan goal-nya,” sambung Bahlil.
Oleh karena itu, Menteri ESDM ini mengingatkan para kader yang kini duduk sebagai anggota legislatif untuk tidak berpikir kekuasaan akan selalu di tangan.
“Jadi jangan juga dianggap jabatan ini seperti warisan. Nggak boleh,” tandas Bahlil.

