Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Olympiacos Piraeus Mengancurkan Virtus Bologna

    February 7, 2026

    Bukalapak Siap Buyback Saham Senilai Rp280 Miliar

    February 7, 2026

    Danantara Bangun Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, Kurangi Impor BBM Rp233 Miliar : Okezone Economy

    February 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Kantor Pajak Banjarmasin, Bea Cukai dan PN Depok

    Kantor Pajak Banjarmasin, Bea Cukai dan PN Depok

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 7, 2026No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) tiga kali selama pekan ini.

    Pertama KPK melakukan OTT terhadap Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin Mulyono, kedua OTT KPK di Jakarta yang menyasar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan yang ketiga OTT KPK yang dilakukan di Depok terkait dengan sengketa lahan antara PT Kharaba Digdaya yang dikelola badan usaha di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan masyarakat di Depok.

    CNNIndonesia.com telah merangkum Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam satu pekan ini.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Kasus OTT Kepala KPP Pajak Banjarmasin Mulyono

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan total tiga orang tersangka terkait kasus dugaan suap restitusi pajak PT Buana Karya Bhakti (BKB).





    Mereka ialah Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin Mulyono; Dian Jaya Demega selaku fiskus yang menjadi anggota tim pemeriksa dari KPP Madya Banjarmasin; dan Venasius Jenarus Genggor alias Venzo selaku Manajer PT BKB.

    Para tersangka dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama terhitung mulai Kamis 5 Februari hingga 24 Februari 2025 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.

    Kasus ini dibongkar KPK lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Rabu, 4 Februari 2026.

    “Berdasarkan kecukupan alat bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pengajuan restitusi pajak di KPP Madya Banjarmasin, KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan tiga tersangka,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (5/2).

    OTT KPK Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta

    Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta menyasar Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai.

    KPK menangkap total 17 orang terkait OTT terhadap pejabat Dirjen Bea Cukai.

    Satu di antaranya ialah mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Bea Cukai Rizal yang ditangkap di Lampung.

    “Dalam lanjutan peristiwa tertangkap tangan terkait pengurusan importasi barang di Bea Cukai, Tim telah mengamankan sejumlah tujuh belas orang. Dua belas orang merupakan pegawai pada Ditjen Bea Cukai dan lima orang lainnya dari pihak PT BR,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis (5/2).

    KPK menduga sejumlah pejabat Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menerima Rp7 miliar sebagai jatah bulanan dari PT Blueray Cargo usai meloloskan barang impor kualitas KW agar mudah masuk ke Indonesia.

    “Saat melakukan peristiwa tertangkap tangan, diduga jatah bulanan itu mencapai sekitar Rp7 miliar,” kata Budi.

    KPK mengungkap telah mengamankan barang bukti senilai Rp40,5 miliar dalam kasus ini.

    “Tim KPK juga mengamankan barang bukti dari kediaman RZL, ORL, dan PT BR serta lokasi lainnya, yang diduga terkait dengan tindak pidana ini, total senilai Rp40,5 miliar,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu.

    Rinciannya meliputi uang tunai sejumlah Rp1,89 miliar dan pecahan mata uang asing sejumlah US$182.900, 1,48 juta dolar Singapura, hingga 550.000 yen.

    Selain itu juga ada logam mulia seberat 2,5 kg atau setara Rp7,4 miliar, logam mulia seberat 2,8 KG atau setara Rp8,3 miliar, dan 1 jam tangan mewah senilai Rp138 juta.

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan enam orang tersangka. Satu di antaranya ialah mantan Direktur Penyidikan & Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2024-Januari 2026, Rizal.

    Lima tersangka lain ialah Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC) Sisprian Subiaksono; Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC) Orlando; Pemilik PT Blueray bernama John Field; Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR Andri; dan Manajer Operasional PT BR Dedy Kurniawan.

    Untuk tersangka John Field belum dilakukan penahanan karena yang bersangkutan berhasil melarikan diri saat hendak ditangkap.

    “Sementara terhadap tersangka JF, KPK akan menerbitkan surat permohonan pencegahan ke luar negeri (cekal) dan meminta agar yang bersangkutan kooperatif mengikuti proses hukum ini,” kata Asep mengultimatum.

    Atas perbuatannya, Rizal, Sisprian, dan Orlando disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) serta Pasal 605 ayat 2 dan Pasal 606 ayat 2 juncto Pasal 20 dan Pasal 21 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

    Mereka juga disangkakan melanggar Pasal 12 B UU Tipikor juncto Pasal 20 dan Pasal 21 KUHP.

    Sementara John Field, Andry, dan Dedy Kurniawan selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 605 ayat 1 a dan b dan Pasal 606 ayat 1 KUHP.

    Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah buka suara soal OTT KPK yang menyasar pegawai pajak dan bea dan cukai.

    Menurut Purbaya, operasi itu bisa menjadi efek kejut bagi jajaran anak buahnya untuk memperbaiki kinerja.

    “(OTT) Ini juga mungkin merupakan shock therapy bagi pegawai kami,” ujar Purbaya saat Rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR.

    OTT KPK Tangkap Ketua PN Depok

    KPK mengungkap OTT yang dilakukan di Depok adalah terkait dengan sengketa lahan antara PT Kharaba Digdaya yang dikelola badan usaha di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan masyarakat di Depok.

    Sengketa tersebut diketahui sedang berproses di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

    “Ini diduga terkait dengan sengketa lahan antara PT KRB, yang merupakan badan usaha di ekosistem Kementerian Keuangan yang fokus terkait dengan pengelolaan aset ya, salah satunya pada sengketa lahan dengan masyarakat yang sedang berproses di Pengadilan Negeri Depok,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (6/2).

    Budi menjelaskan PT Kharaba Digdaya merupakan badan usaha di dalam ekosistem di Kementerian Keuangan yang berkaitan dengan pengelolaan aset.

    “PT KRB ini salah satu badan usaha di bawah atau di dalam ekosistem di Kementerian Keuangan yang salah satu fokus tupoksinya adalah berkaitan dengan pengelolaan aset,” jelasnya.

    Dalam kasus ini, KPK telah mengamankan tujuh orang, dengan rincian KPK menangkap tiga orang dari pihak Pengadilan Negeri (PN) Depok dan empat orang dari pihak swasta.

    “Sehingga dalam peristiwa tertangkap tangan yang dilakukan oleh Tim pada tadi malam, diamankan sejumlah tujuh orang,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/2).

    Salah satu yang tertangkap adalah Ketua PN Depok, I Wayan Eka Mariarta. KPK juga mengamankan uang ratusan juta rupiah dalam OTT tersebut.

    (kna/isn)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    PWI Gandeng Artha Graha Peduli Serahkan Sembako

    February 7, 2026

    Ketua PN Depok Ditahan setelah Kena OTT KPK

    February 7, 2026

    MA soal Ketua dan Waka PN Depok Kena OTT KPK: Berhenti atau Penjara

    February 7, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Olympiacos Piraeus Mengancurkan Virtus Bologna

    Berita Olahraga February 7, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Basket Eropa: Kekalahan tandang di Dubai Basketball pada hari Selasa dan kekalahan yang…

    Bukalapak Siap Buyback Saham Senilai Rp280 Miliar

    February 7, 2026

    Danantara Bangun Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, Kurangi Impor BBM Rp233 Miliar : Okezone Economy

    February 7, 2026

    Milan Jaga Peluang Lolos Playoff EuroLeague Usai Tumbangkan ASVEL

    February 7, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Olympiacos Piraeus Mengancurkan Virtus Bologna

    February 7, 2026

    Bukalapak Siap Buyback Saham Senilai Rp280 Miliar

    February 7, 2026

    Danantara Bangun Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, Kurangi Impor BBM Rp233 Miliar : Okezone Economy

    February 7, 2026

    Milan Jaga Peluang Lolos Playoff EuroLeague Usai Tumbangkan ASVEL

    February 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.