Transformasi transportasi publik Jakarta dinilai semakin inklusif, terintegrasi, dan berbasis teknologi.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim menyebut, perubahan pola pikir menjadi kunci utama dalam setahun terakhir. Salah satu kebijakan strategis yang berdampak luas adalah kewajiban penggunaan transportasi umum bagi ASN dan masyarakat setiap hari Rabu.
“Kami ingin memaksa dalam arti positif agar transportasi umum menjadi gaya hidup. Fokus utama kita adalah transportasi berbasis rel (MRT & LRT) sebagai tulang punggung, namun diperkuat dengan armada Transjakarta dan Mikrotrans hingga ke depan pintu rumah warga,” ujar Chico kepada wartawan, Sabtu 7 Februari 2026.
Dari sisi kinerja, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengungkapkan, sepanjang 2025 Transjakarta mencatat rekor 413 juta pelanggan atau tumbuh 11 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Integrasi adalah kuncinya. Dengan coverage area yang mencapai hampir 90 persen, Transjakarta kini bukan sekadar alat angkut, tapi sudah menjadi bagian dari lifestyle anak muda,” kata Welfizon.
Upaya mengatasi persoalan first mile dan last mile juga dilakukan melalui kolaborasi dengan sektor swasta. VP Transport & Mobility Gojek, JB Hendra, menyebut integrasi aplikasi memudahkan pembelian tiket Transjakarta langsung melalui Gojek.
“Hampir 45 persen perjalanan Gojek ditujukan ke stasiun atau halte. Penurunan tarif atau promo sebesar 1 persen saja di sisi kami mampu meningkatkan perpindahan penumpang ke Transjakarta hingga 3,4 persen,” ungkapnya.

