Hal ini mengemuka dalam diskusi publik yang digelar Karang Taruna Kelurahan Cipete Utara, di RPTRA Villa Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Sabtu 7 Februari 2026.
Diskusi bertajuk “Meneropong Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Pram-Doel yang Bikin Anak Muda Auto Like” ini dihadiri Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chiko Hakim, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Andri Yansyah, Ketua Karang Taruna Provinsi DKI Jakarta Akmal B.Y, Ketua Karang Taruna Jakarta Selatan Ade Pamungkas, dan perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Perlu ada ruang-ruang dialog seperti yang dibuat Karang Taruna hari ini untuk mengawal kebijakan dan memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat,” kata Chiko Hakim.
Menurut Chiko, keterlibatan pemuda dalam diskusi kebijakan menjadi pondasi penting bagi Jakarta yang ingin melangkah sebagai kota global dengan sumber daya manusia yang tangguh.
“Mustahil Jakarta bisa menjadi kota global jika anak mudanya tidak dilibatkan, tidak kritis, dan tidak punya ruang untuk menyampaikan pandangan. Justru forum seperti ini yang kita dorong,” kata Chiko.
Sementara itu, Andri Yansyah menegaskan bahwa Pemprov DKI terus mendorong penguatan peran pemuda melalui berbagai program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami di Dispora fokus pada pembinaan aktivitas pemuda, Jambore Pemuda Jakarta, Jakarta Youth Talk, KIPAN atau Kader Pemuda Anti Narkoba, Ajang Kreativitas Pemuda Jakarta, Pertukaran Pemuda Antar Provinsi dan Antar Negara, Temu Karya Pemuda Lintas Agama, Duta Pemuda Olahraga, hingga Pengembangan Wirausaha Muda Pemula,” ujar Andri.
Lurah Cipete Utara, Rocky Tarigan menegaskan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya digagas dan dijalankan oleh Karang Taruna sebagai representasi semangat pemuda di wilayahnya.
“Selain diskusi, ada santunan disabilitas dan anak yatim. Ini menunjukkan pemuda Cipete Utara tidak hanya bicara gagasan, tapi juga langsung bergerak,” kata Rocky.

