Ketua RW 08 Kelurahan Rorotan, Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa warga di wilayahnya memahami betul besarnya tantangan pengelolaan sampah di Ibu Kota.
Setiap hari, volume sampah terus bertambah, sementara daya tampung dan pola pengelolaan konvensional memiliki keterbatasan. Karena itu, Jakarta membutuhkan terobosan yang mengedepankan teknologi modern dan berkelanjutan.
“Tidak mungkin terus bergantung pada satu lokasi pembuangan seperti TPST Bantargebang. Kehadiran RDF Plant Rorotan kami lihat sebagai salah satu solusi nyata untuk membantu mengurangi beban tersebut,” kata Fauzi dalam keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, dikutip Minggu 8 Februari 2026.
Warga RW 08 memandang RDF Plant Rorotan bukan semata sebagai fasilitas pengolahan sampah, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata, ramah lingkungan, dan berpandangan jauh ke depan demi masa depan generasi berikutnya.
“Kami mendukung selama operasional RDF Plant Rorotan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, diawasi secara ketat, memperhatikan aspek lingkungan, serta terus membuka ruang komunikasi yang baik dengan warga sekitar,” kata Fauzi.
Ia menegaskan, masyarakat RW 08 siap menjadi bagian dari dukungan agar RDF Plant Rorotan dapat beroperasi secara optimal dan memberi manfaat seluas-luasnya, tidak hanya bagi warga sekitar, tetapi juga bagi Jakarta secara keseluruhan.
“Selama dijalankan dengan baik, aman, dan berpihak pada keselamatan serta kenyamanan warga, dukungan dari masyarakat tentu akan terus mengalir,” pungkas Fauzi.

