Hal ini disampaikan dalam dalam sambutan pada puncak peringatan Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, pada Minggu, 8 Februari 2026, yang turut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sosok yang akrab disapa Gus Kikin itu memaknai kehadiran Presiden Prabowo sebagai simbol kuat menyatunya Ulama dan Umara.
“Fakta ini memberikan pesan kuat mengenai relasi yang maujud. Saling membersamai, menyapa, dan menyadari adanya ikatan erat antara warga NU dengan pemegang mandat demokrasi di republik ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus Kikin juga memberikan apresiasi khusus kepada Warga Muhammadiyah yang menyiapkan 10.000 bungkus konsumsi, serta pihak gereja di sekitar stadion yang bersedia menggeser waktu kebaktian dan membuka fasilitas mereka untuk transit peserta.
“Inilah wujud nyata dari pesan Hadratus Syaikh tentang kerukunan yang kita praktikkan langsung di Kota Malang ini. Kita tunjukkan bahwa NU adalah organisasi yang membawa petuah menyembuhkan dan dakwah yang menyelamatkan,” pungkas Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur itu.
Hadir dalam acara tersebut, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Manshur, jajaran syuriyah dan tanfidziyah PBNU, serta jajaran pengurus PWNU Jawa Timur.
Hadir pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Sosial sekaligus Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

