Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gagal ke Nottingham, Davide Frattesi Kini Harus Bertahan di Inter

    February 8, 2026

    Kejagung Lembaga Hukum Paling Dipercaya, Tinggalkan MK dan KPK

    February 8, 2026

    Hasil Survei Indikator Ungkap Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya : Okezone News

    February 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Kemenhut Kejar Aktor di Balik Kematian Gajah Tanpa Kepala di Riau

    Kemenhut Kejar Aktor di Balik Kematian Gajah Tanpa Kepala di Riau

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 8, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memburu jaringan pemburu gajah setelah seekor Gajah Sumatera ditemukan mati tanpa kepala di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.

    Satwa dilindungi itu diduga menjadi korban perburuan terorganisir yang melibatkan aktor lapangan hingga pemodal.

    Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan terhadap satwa liar. Saat ini, tim penegakan hukum kehutanan tengah bekerja intensif di lapangan untuk mengungkap jaringan di balik kematian gajah tersebut.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan satwa liar. Tim kami di lapangan sedang bekerja intensif untuk mengidentifikasi jaringan pemburu ini. Fokus kami bukan hanya pelaku di lapangan, tetapi hingga ke pemodal atau aktor intelektual di baliknya,” kata Dwi Januanto Nugroho saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (8/2), dikutip dari Antara.





    Ia menegaskan kejahatan terhadap satwa liar bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius terhadap keberlanjutan ekosistem.

    “Kejahatan terhadap satwa liar adalah kejahatan serius yang merusak ekosistem dan martabat bangsa,” ujarnya.

    Gajah tersebut ditemukan mati di kawasan lindung Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, yang merupakan bagian dari wilayah jelajah gajah pada kantong habitat Tesso Tenggara. Lokasi temuan berada di area konsesi perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Kabupaten Pelalawan.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, gajah berjenis kelamin jantan itu diperkirakan berumur lebih dari 40 tahun dan telah mati sekitar dua pekan sebelum ditemukan.

    Dari hasil bedah bangkai, petugas menemukan indikasi cedera kepala berat. Secara medis, dugaan sementara mengarah pada trauma kepala akibat luka tembak.

    Kondisi bangkai gajah yang ditemukan tanpa gading tersebut semakin menguatkan dugaan adanya tindak kejahatan perburuan satwa liar yang dilindungi.

    Selain melakukan penyelidikan bersama Polri, tim Gakkum Kehutanan juga meminta keterangan dari PT RAPP untuk memastikan pemenuhan kewajiban perizinan serta perlindungan hutan dan satwa liar di area konsesinya.

    Kasus kematian gajah ini pertama kali dilaporkan oleh PT RAPP kepada Polres Pelalawan dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pada Senin (2/2).

    Sejalan dengan proses penyelidikan yang dilakukan Polres Pelalawan dan Polda Riau, Kemenhut kini memfokuskan upaya pada penelusuran aktor dan jaringan di balik peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan praktik perburuan satwa liar yang dilakukan secara terorganisir.

    Langkah penegakan hukum dilakukan melalui pengumpulan dan pendalaman alat bukti, penelusuran informasi lapangan, serta koordinasi dan kolaborasi lintas instansi.

    Sebagai tindak lanjut, tim gabungan dari Polda Riau, BBKSDA Riau, dan Gakkum Kehutanan kembali mendatangi lokasi kejadian untuk melengkapi kebutuhan pembuktian dan memperkuat proses penegakan hukum.

    (tis/tis)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Danau Tempe Wajo Sulsel

    February 8, 2026

    Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Meninggal Dunia

    February 8, 2026

    72,8 Persen Publik Puas Program MBG, Didominasi GenZ

    February 8, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Gagal ke Nottingham, Davide Frattesi Kini Harus Bertahan di Inter

    Berita Olahraga February 8, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia: Davide Frattesi dilaporkan tetap bertahan bersama Inter Milan setelah serangkaian upaya…

    Kejagung Lembaga Hukum Paling Dipercaya, Tinggalkan MK dan KPK

    February 8, 2026

    Hasil Survei Indikator Ungkap Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya : Okezone News

    February 8, 2026

    Peppe Di Stefano Ungkap Beda Gaya Melatih Stefano Pioli vs Max Allegri

    February 8, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Gagal ke Nottingham, Davide Frattesi Kini Harus Bertahan di Inter

    February 8, 2026

    Kejagung Lembaga Hukum Paling Dipercaya, Tinggalkan MK dan KPK

    February 8, 2026

    Hasil Survei Indikator Ungkap Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya : Okezone News

    February 8, 2026

    Peppe Di Stefano Ungkap Beda Gaya Melatih Stefano Pioli vs Max Allegri

    February 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.