Berita Liga Italia: Jurnalis Sky Italia, Peppe Di Stefano, baru-baru ini membagikan pandangan menarik mengenai perbedaan mendasar antara gaya Stefano Pioli dan Max Allegri.
Meskipun keduanya memiliki keinginan yang sama untuk meraih kemenangan, pendekatan taktis yang mereka gunakan sangatlah berbeda. Max Allegri lebih memilih untuk menerapkan metodenya sendiri secara penuh sejak kedatangannya.
Stefano Pioli, yang melatih selama 5 tahun, sukses mempersembahkan Scudetto pada musim 2021-2022. Namun, Peppe Di Stefano mencatat bahwa Pioli cenderung bermain lebih terbuka dan menyerang di lapangan.
Dalam sebuah wawancara lama, Pioli pernah mengakui bahwa ia sebenarnya ingin menang dengan skor 1-0. Namun, ia menyadari skuadnya saat itu lebih cocok mencetak lebih banyak gol.
Berbeda dengan Pioli, Allegri sejak awal sudah menegaskan filosofi sepakbolanya. Baginya, prioritas utama adalah menjaga pertahanan agar tidak kebobolan sebelum akhirnya memikirkan gol.
Dia menerapkan gaya sepakbola pragmatis yang sering disebut dengan istilah “Corto Muso”. Fokus utamanya adalah mengamankan poin penuh daripada sekadar memberikan tontonan yang menghibur bagi para penggemar.
Di Stefano menjelaskan bahwa AC Milan saat ini bermain jauh lebih defensif dibandingkan sebelumnya. Pertahanan tim terlihat sangat hati-hati dan terorganisir dengan sangat baik di bawah arahan pelatih.
Perubahan strategi ini terbukti cukup sukses membawa AC Milan tetap bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini. Filosofi Massimiliano Allegri membawa stabilitas baru pada lini belakang Rossoneri saat ini.
Artikel Tag: stefano pioli, ac milan, max allegri, peppe di stefano
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/peppe-di-stefano-ungkap-beda-gaya-melatih-stefano-pioli-vs-max-allegri

