Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pegawai Pajak dan Bea Cukai Kena OTT KPK hingga Reaksi Purbaya, Ini Faktanya : Okezone Economy

    February 9, 2026

    Prabowo Hadiri Seabad NU hingga Banjir Sebulan di Serang Banten

    February 9, 2026

    Bentrok di Lahan Sawit Rokan Hulu Riau, Satu Orang Tewas

    February 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Proyek Sejarah yang Disandera Geopolitik

    Proyek Sejarah yang Disandera Geopolitik

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 8, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Padahal, sejak gencatan senjata 1953, persatuan Korea bukan lagi urusan domestik, melainkan perkara izin geopolitik. Dan dalam perkara itu, Amerika Serikat memegang hak veto tak tertulis.


    Dengan bahasa sopan, Washington menyebut dirinya penjamin stabilitas. Dengan bahasa yang lebih jujur, ia adalah arsitek kebuntuan. 

    Aliansi militer Amerika Serikat–Korea Selatan memang mencegah perang terbuka, tetapi sekaligus memastikan bahwa reunifikasi hanya boleh terjadi jika tidak mengganggu kepentingan strategis Amerika di Asia Timur. Persatuan dimungkinkan, selama tetap berada dalam pagar aliansi.



    Korea Utara memahami kenyataan ini secara rasional. Di hadapan pangkalan militer Amerika dan sejarah panjang intervensi globalnya, nuklir bukan sekadar senjata, melainkan polis asuransi. 

    Setiap tuntutan denuklirisasi tanpa jaminan keamanan hanyalah ajakan bunuh diri politik. Maka Pyongyang bertahan, bukan karena irasional, melainkan karena belajar dari nasib negara-negara yang percaya pada janji tanpa perlindungan.

    Korea Selatan pun tidak sepenuhnya bebas. Jaminan keamanan Amerika memberi stabilitas dan kemakmuran, tetapi juga membentuk ketergantungan. 

    Reunifikasi yang sungguh-sungguh berarti menegosiasikan ulang keberadaan pasukan asing dan seluruh arsitektur keamanan kawasan. Itu harga yang terlalu mahal bagi elite politik yang lebih nyaman mengelola pertumbuhan ekonomi daripada menanggung risiko sejarah.

    Di titik ini, teori permainan menemukan wujud paling kasarnya. Semua aktor bertindak rasional, tetapi rasionalitas itu justru melahirkan kebuntuan kolektif. 

    Status quo menjadi titik keseimbangan paling aman, meski semua pihak tahu ia tidak adil. Reunifikasi tidak gagal karena kurang keberanian moral, melainkan karena terlalu banyak kepentingan strategis yang takut kehilangan posisi.

    Perbandingan dengan reunifikasi Jerman hanya memperindah ilusi. Jerman bersatu karena satu kekuatan besar runtuh. 

    Korea terbelah karena semua kekuatan besar justru bertahan. Cina stabil, Amerika Serikat mengakar, dan Korea Utara bersenjata nuklir. Tidak ada tembok yang jatuh dengan sendirinya ketika para penjaganya masih digaji.

    Dialog antar-Korea yang datang dan pergi selama puluhan tahun memperlihatkan satu pola yang konsisten. Masa depan selalu dinegosiasikan dalam jangka pendek. 

    Setiap pergantian presiden di Washington atau Seoul mengubah nada, bahkan arah. Kepercayaan tak pernah cukup lama untuk tumbuh, apalagi mengakar menjadi fondasi kebijakan jangka panjang.

    Selama Amerika Serikat masih memandang Korea sebagai benteng geopolitik, bukan sebagai bangsa yang berhak sepenuhnya menentukan nasibnya sendiri, reunifikasi akan tetap menjadi janji yang sopan di atas kertas. 

    Ia benar secara sejarah, tetapi ditolak oleh struktur kekuasaan global.

    Pada akhirnya, reunifikasi Korea memperlihatkan paradoks paling telanjang dari politik internasional. 

    Perdamaian sering kali bukan soal mengakhiri konflik, melainkan soal siapa yang berhak membekukannya. 

    Di semenanjung itu, perang dihentikan, tetapi sejarah dikurung. Bangsa dipersilakan bermimpi, selama mimpi itu tidak melampaui batas kepentingan imperium. 

    Selama keputusan tentang masa depan Korea masih ditentukan di luar Korea, persatuan akan terus diperlakukan sebagai gangguan, bukan tujuan. 

    Dan di dunia yang mengaku menjunjung kedaulatan, tak ada ironi yang lebih pahit daripada bangsa yang diizinkan hidup, tetapi tidak sepenuhnya diizinkan menentukan arah hidupnya sendiri.

    *Direktur Jakarta Institute





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Prabowo Hadiri Seabad NU hingga Banjir Sebulan di Serang Banten

    February 9, 2026

    Sopir Kuras Saldo ATM Majikan untuk Foya-foya

    February 9, 2026

    Tiga Pengedar Ganja 9,4 Kg Disergap di Cawang

    February 8, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Pegawai Pajak dan Bea Cukai Kena OTT KPK hingga Reaksi Purbaya, Ini Faktanya : Okezone Economy

    Program Presiden February 9, 2026

    Menkeu Purbaya (Foto: Okezone) JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan…

    Prabowo Hadiri Seabad NU hingga Banjir Sebulan di Serang Banten

    February 9, 2026

    Bentrok di Lahan Sawit Rokan Hulu Riau, Satu Orang Tewas

    February 9, 2026

    Alvaro Arbeloa Nilai Kylian Mbappe Punya Kualitas Setara Cristiano Ronaldo

    February 9, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Pegawai Pajak dan Bea Cukai Kena OTT KPK hingga Reaksi Purbaya, Ini Faktanya : Okezone Economy

    February 9, 2026

    Prabowo Hadiri Seabad NU hingga Banjir Sebulan di Serang Banten

    February 9, 2026

    Bentrok di Lahan Sawit Rokan Hulu Riau, Satu Orang Tewas

    February 9, 2026

    Alvaro Arbeloa Nilai Kylian Mbappe Punya Kualitas Setara Cristiano Ronaldo

    February 9, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.