Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Anak Ketua Yayasan vs Anak Penjaga Sekolah, Cerita Seru di Microdrama VISION+ The Protector : Okezone Celebrity

    February 9, 2026

    Kevin Zeroli Berhasil Cetak Gol Perdana Untuk Juve Stabia

    February 9, 2026

    Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

    February 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Yorrys Raweyai Sindir Telak Jokowi

    Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Yorrys Raweyai Sindir Telak Jokowi

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 9, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai mengungkap sosok Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) pernah dielu-elukan dan dianggap bak Tuhan atau Yesus oleh warga Papua saat kali pertama dilantik memimpin negara pada 2014 silam.

    Dia mengaku mengingat momentum saat dirinya menemani Jokowi merayakan Natal di Papua, tak lama usai dilantik menjadi Presiden pada 29 Desember 2014.

    “Dengan sambutan beliau pada malam Natal itu, masyarakat Papua merasa beliau seperti Tuhan Yesus yang datang membawa keselamatan bagi orang Papua dengan konsep beliau,” ujar Yorrys.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Pernyataan itu ia sampaikan saat menerima audiensi sejumlah organisasi masyarakat sipil di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (9/2). Pada kesempatan itu, DPD menerima aduan terkait sejumlah dugaan pelanggaran HAM di Papua dalam beberapa waktu terakhir.





    Menurut dia, Jokowi adalah Presiden RI yang sejauh ini paling banyak mengunjungi Papua. Tercatat selama dua periode kepresidenannya, ayah dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabumin Raka itu 17 kali kunjungan kerja ke Papua. Namun, hingga akhir jabatannya, tak ada langkah konkret untuk menyelesaikan konflik di Bumi Cenderawasih.

    “Beliau adalah presiden satu-satunya di Republik ini yang sudah datang 17 kali di Papua, tetapi apa dampaknya? Apa yang kita rasakan?” ujar Yorrys.

    Yorrys menyebut eskalasi konflik di Papua masih tinggi. Puncaknya, Amnesty International sempat merilis laporan soal dugaan pelanggaran HAM di Papua selama era Jokowi.

    “Ini kan satu apa sih yang terjadi di sana. Akhirnya kami merasa bahwa ini tukang bohong atau tukang apa ya datang memberikan janji kan,” katanya.

    Kesulitan angkat kekerasan di Papua

    Yorrys mengakui, pihaknya mengalami kesulitan untuk mengangkat kekerasan di Papua menjadi isu nasional. Menurut dia, ada tekanan yang kian kuat agar isu tersebut tak menjadi konsumsi publik luas.

    “Sekarang ini kan ditekan sampai begitu hebat. Tapi itu bukan menjadi penghambat buat kami. Ini menjadi dorongan, tinggal momentum kita mengapitalisasi ini dan ini momentum pertama yang saya anggap paling penting,” ujarnya.

    Audiensi koalisi sipil soal situasi HAM yang memprihatinkan di Papua itu diterima Yorrys dan Senator asal Papua Barat, Filep Wamafma.

    Sementara, beberapa organisasi sipil yang hadir pada kesempatan audiensi itu yakni Amnesty International (AI), Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), YLBHI, KontraS, PGI, hingga Koalisi Solidaritas Papua.

    “Jadi hari ini kami Amnesty International bersama sejumlah warga dari Papua, menyampaikan sejumlah pelanggaran HAM yang terjadi belakangan ini,” kata Direktur AI Indonesia, Usman Hamid usai audiensi di kompleks parlemen.

    Usman terutama melaporkan sejumlah kasus dugaan pelanggaran HAM mulai dari di Papua Pegunungan, Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, hingga Yahukimo.

    Secara spesifik, koalisi sipil menyoroti operasi pengerahan aparat, penggunaan helikopter, hingga dugaan penembakan yang menewaskan seorang anak 7 tahun di Distrik Gearek, Kabupuaten Nduga pada Desember 2025 lalu.

    Koalisi, lanjut dia, mengaku prihatin dengan pengerahan aparat yang terus bertambah di Papua, yang tidak didahului dengan keputusan politik di DPR. Menurut Usman, revisi UU TNI membuat pengerahan aparat di Papua kini kian tak terkendali.

    Sementara, Direktur Eksekutif YKMPP, Theo Hasegem mengatakan kehadirannya ke DPD untuk mengadukan sejumlah kasus dugaan pelanggaran HAM di Papua.

    Saat ini, kata Theo, sejumlah masyarakat masih mengungsi dan tinggal di hutan tanpa bantuan dari pemerintah. Dia mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    “Oleh karena itu, ini menjadi atensi betul bagaimana proses penyelesaian proses pelanggaran HAM di Papua itu bisa diselesaikan dan saya berharap bahwa ini ada perhatian full dari pemerintah,” ujar Theo.

    (thr/kid)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

    February 9, 2026

    BI Setop Publikasi Data Aliran Modal Asing Mingguan di Website Resmi

    February 9, 2026

    Komjen Ramdani Mohon Doa Buat Perjuangan Kontingen Brimbo di UAE

    February 9, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Anak Ketua Yayasan vs Anak Penjaga Sekolah, Cerita Seru di Microdrama VISION+ The Protector : Okezone Celebrity

    Program Presiden February 9, 2026

    JAKARTA – VISION+ menjadi Indonesia’s Number 1 Microdrama dengan deretan judul baru setiap hari. Kali…

    Kevin Zeroli Berhasil Cetak Gol Perdana Untuk Juve Stabia

    February 9, 2026

    Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

    February 9, 2026

    Mengapa Ilmu Bela Diri Pencak Silat Dilarang Keras di UFC? Ini Penyebabnya : Okezone Sports

    February 9, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Anak Ketua Yayasan vs Anak Penjaga Sekolah, Cerita Seru di Microdrama VISION+ The Protector : Okezone Celebrity

    February 9, 2026

    Kevin Zeroli Berhasil Cetak Gol Perdana Untuk Juve Stabia

    February 9, 2026

    Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

    February 9, 2026

    Mengapa Ilmu Bela Diri Pencak Silat Dilarang Keras di UFC? Ini Penyebabnya : Okezone Sports

    February 9, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.