Dikutip dari Reuters, Selasa 10 Februari 2026, pada penutupan Senin indeks Dow Jones naik tipis 20,20 poin atau 0,04 persen ke 50.135,87 — menandai rekor penutupan untuk hari kedua berturut-turut. S&P 500 menguat 0,47 persen ke 6.964,82, sementara Nasdaq melonjak 0,90 persen ke 23.238,67. Meski begitu, S&P 500 masih sedikit di bawah rekor penutupan tertingginya.
Penguatan pasar terutama ditopang sektor teknologi. Indeks teknologi S&P 500 naik 1,6 persen, melanjutkan rebound sejak Jumat. Indeks layanan perangkat lunak bahkan melonjak 2,9 persen, setelah sebelumnya tertekan selama tujuh hari berturut-turut akibat kekhawatiran persaingan AI.
Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah Oracle, yang melesat 9,6 persen setelah D.A. Davidson menaikkan rekomendasinya menjadi “buy” dari “neutral”.
Keith Lerner, Chief Investment Officer Truist Advisory Services, mengatakan pasar teknologi sudah terlalu tertekan, sehingga sedikit kabar positif langsung memicu reli.
“Ini pasar yang sudah sangat oversold, jadi sedikit kabar baik bisa berdampak besar. Karet gelangnya sudah ditarik terlalu jauh untuk saham teknologi dan software,” ujar Lerner.
Meski sudah pulih, indeks software masih sekitar 13 persen di bawah level sebelum aksi jual akhir Januari, sementara sektor teknologi secara keseluruhan hanya sekitar 3 persen di bawah posisi pra-penurunan.
Di sektor lain, indeks bahan baku naik 1,4 persen berkat reli emas dan perak yang mendorong saham pertambangan. Sebaliknya, sektor consumer staples dan kesehatan menjadi yang terlemah, masing-masing turun 0,86 persen.
Saham Nvidia naik 2,5 persen dan menjadi penyumbang kenaikan terbesar bagi S&P 500, meski investor masih menunggu laporan keuangan perusahaan chip AI tersebut akhir bulan ini.
Pelaku pasar kini fokus pada laporan ketenagakerjaan AS bulan Januari yang akan dirilis Rabu, serta data inflasi (CPI) pada Jumat. Berdasarkan FedWatch CME Group, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini terjadi pada Juni.

