SEMARANG – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah bersiap menggelar hajatan besar tahunan, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026. Mengusung misi besar untuk bertransformasi menjadi organisasi yang inovatif dan unggul, agenda ini akan mempertemukan seluruh pimpinan dan andalan dari 35 Kwartir Cabang (Kwarcab) kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Acara yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, di Puskepram Candrabirawa ini bukan sekadar pertemuan administratif. Rakerda kali ini diproyeksikan menjadi wadah kolaborasi akbar untuk merumuskan ulang arah pembinaan generasi muda di tengah pesatnya perubahan zaman.
Kolaborasi 35 Kwarcab: Kekuatan Utama Jawa Tengah
Kehadiran perwakilan dari 35 Kwarcab menjadi sorotan utama. Sinergi antarwilayah dari ujung barat hingga ujung timur Jawa Tengah ini diharapkan mampu melahirkan program-program yang tidak hanya relevan di tingkat daerah, tapi juga berdampak langsung di tingkat gugus depan.
“Kita tidak ingin berjalan sendirian. Kekuatan Pramuka Jawa Tengah ada pada kekompakan 35 Kwarcab-nya. Di Rakerda ini, kita akan menyatukan frekuensi untuk memastikan setiap anggota Pramuka di pelosok Jawa Tengah memiliki akses yang sama terhadap pembinaan karakter dan kecakapan hidup,” ujar perwakilan Kwarda Jateng.
Visi Karakter dan Adaptasi Zaman
Di bawah kepemimpinan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Komjen. Pol. (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K, didampingi Wakil Ketua Mabida H. Taj Yasin, dan Ketua Kwarda Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc, Rakerda 2026 menitikberatkan pada tiga pilar utama:
-
Inovasi Organisasi: Pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan administrasi dan pendidikan kepramukaan.
-
Kecakapan Hidup (Life Skills): Membekali peserta didik dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja dan kewirausahaan.
-
Karakter Adaptif: Membentuk mentalitas yang tangguh namun fleksibel dalam menghadapi dinamika sosial dan teknologi.
Semangat “Ngopeni, Nglakoni”
Sejalan dengan slogan yang terpampang, “Ngopeni, Nglakoni Jateng”, Rakerda ini menekankan pentingnya kepedulian (ngopeni) terhadap potensi adik-adik Pramuka dan kesungguhan dalam menjalankan (nglakoni) program-program pengabdian masyarakat.
Melalui forum ini, Kwarda Jateng optimistis dapat melahirkan “Pramuka Zaman Now” yang tetap memegang teguh Satya dan Darma Pramuka, namun memiliki daya saing global. Seluruh hasil keputusan dalam Rakerda ini nantinya akan menjadi kompas bagi 35 Kwarcab dalam menjalankan roda organisasi selama setahun ke depan.
Bagi Kakak-kakak dan seluruh anggota Pramuka yang ingin memantau jalannya kegiatan dan pembaruan informasi, dapat langsung mengakses tautan resmi di s.id/kwardajateng.

