Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juara WRC Terima Telepon Legenda F1 Usai Pengumuman

    February 10, 2026

    Keberadaan Manusia Gerobak Bakal Ditertibkan Jelang Ramadan

    February 10, 2026

    Profil dan Potret Cantik Ratu Rizky Nabila, Istri Kedua Pesulap Merah : Okezone Women

    February 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»BPJS PBI Nonaktif, Pasien Cuci Darah Terpaksa Pindah ke BPJS Mandiri

    BPJS PBI Nonaktif, Pasien Cuci Darah Terpaksa Pindah ke BPJS Mandiri

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 10, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mengungkap polemik penonaktifan jutaan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan membuat beberapa pasien cuci darah terpaksa berpindah ke BPJS Mandiri.

    “Mereka itu bisa cuci darah karena segera mengambil keputusan pindah mandiri. Jadi bukan karena kebijakan pemerintah mengaktifkan kembali PBI-nya,” kata Sekretaris Jenderal KPCDI, Petrus Hariyanto dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Selasa (10/2).

    Petrus mengatakan penonaktifan massal tersebut membuat beberapa pasien sempat tertunda seminggu untuk mendapat perawatan cuci darah.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Karena tertolong dengan migrasi ke mandiri, yang nggak mampu organisasi bantu. Tapi berat sekali, karena rata-rata seminggu tertundanya. Karena sempat berharap PBI-nya aktif hari Rabu kemarin, tetapi karena tidak kunjung aktif hari itu atas janji kemensos, maka agar segera cuci darah berpindah ke mandiri,” ujarnya.





    Rata-rata pasien terpaksa berpindah ke BPJS Mandiri karena penundaan perawatan tersebut membuat pasien mengalami beberapa gejala seperti sesak nafas, uremik, badan lemes, tensi meningkat, dan susah makan.

    “Rata-rata yang terlambat mengalami sesak nafas, uremik, badan lemes, dan tensi meningkat. Tidak doyan makan karena uremik (ureum tinggi). Kita lihat minggu ini bisa jadi keterlambatan cuci darah akan berakibat fatal. Tapi, belum ada laporan,” katanya.

    Petrus pun menyayangkan adanya kebijakan tersebut karena tidak melibatkan pihak KPCDI yang menurutnya lebih memahami kondisi pasien dalam proses pembahasan.

    “Kebijakan sembrono dari pemerintah mencabut PBI salah satu faktornya karena tidak memahami kondisi pasien secara utuh,” ujarnya.

    KPCDI menilai kebijakan ini melanggar prinsip hak atas kesehatan, tata kelola data yang baik, dan etika kebijakan publik.

    “Tidak ada mekanisme fail-safe bagi pasien kronis, tidak ada grace period, dan tidak ada emergency override di rumah sakit. Sistem yang baik harus tahan terhadap kesalahan data-terutama ketika taruhannya adalah nyawa manusia,” ujar Petrus.

    Lebih lanjut, Petrus mendesak pemerintah untuk menghentikan kebijakan penonaktifan sepihak tersebut.

    Ia juga mendesak pemerintah segera menetapkan perlindungan khusus bagi pasien dengan penyakit kronis agar pelayanan medis dapat didahulukan dalam proses administrasi.

    “KPCDI mendesak pemerintah menghentikan praktik penonaktifan sepihak bagi pasien kronis, menetapkan status protected chronic patient, dan memastikan layanan diberikan terlebih dahulu sebelum verifikasi administrasi. Negara boleh memperbaiki data, tetapi tidak boleh memperbaiki data dengan mengorbankan nyawa,” katanya.

    Sebelumnya, DPR dan pemerintah menyepakati untuk memulihkan kembali semua layanan kesehatan, termasuk BPJS PBI, dalam jangka waktu 3 bulan.

    “DPR dan pemerintah sepakat dalam jangka waktu tiga bulan ke depan semua layanan kesehatan tetap dilayani, dan PBI-nya dibayarkan pemerintah,” kata Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad membacakan kesimpulan rapat.

    Berdasarkan data Kemenkes, dari sekitar 200 ribu pasien cuci darah di Indonesia, hanya 12.262 yang keluar dari PBI. Meski jumlahnya relatif kecil, risiko kematian tetap tinggi jika layanan kesehatannya terganggu.

    (fra/fam/fra)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Komika Pandji Disanksi Adat Setor 1 Babi 5 Ayam Imbas Candaan Toraja

    February 10, 2026

    Bupati Serang dan Situbondo Bertemu, Gagas Festival Anyer-Panarukan

    February 10, 2026

    Roy Suryo Cs Bakal Hadirkan Bonatua Silalahi di Kasus Ijazah Jokowi

    February 10, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Juara WRC Terima Telepon Legenda F1 Usai Pengumuman

    Berita Olahraga February 10, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita F1: Ketika Kalle Rovanperä mengungkapkan bahwa ia akan meninggalkan World Rally Championship pada…

    Keberadaan Manusia Gerobak Bakal Ditertibkan Jelang Ramadan

    February 10, 2026

    Profil dan Potret Cantik Ratu Rizky Nabila, Istri Kedua Pesulap Merah : Okezone Women

    February 10, 2026

    Rumor Transfer: Sandro Tonali Ingin Kembali ke Italia, Juventus Siap Siaga?

    February 10, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Juara WRC Terima Telepon Legenda F1 Usai Pengumuman

    February 10, 2026

    Keberadaan Manusia Gerobak Bakal Ditertibkan Jelang Ramadan

    February 10, 2026

    Profil dan Potret Cantik Ratu Rizky Nabila, Istri Kedua Pesulap Merah : Okezone Women

    February 10, 2026

    Rumor Transfer: Sandro Tonali Ingin Kembali ke Italia, Juventus Siap Siaga?

    February 10, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.