Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta jajaran terkait untuk melakukan antisipasi serta razia terhadap keberadaan manusia gerobak yang kerap muncul di jalanan ibu kota terutama saat bulan Ramadan.
“Sekali lagi tentunya kami menginginkan bahwa Jakarta aman, nyaman, masyarakatnya bahagia,” ujar Pramono, di Puskesmas Pembantu (Pustu) Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia mengatakan, upaya penertiban Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang datang dari luar daerah dilakukan untuk kebersihan Jakarta.
“Kalau memang ada pendatang yang seperti itu, ya pasti kami tertibkan untuk kebersihan bersama Jakarta,” kata.
Fenomena manusia gerobak memang menjadi isu tahunan yang tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah lain.
Karena itu, penanganannya dinilai tidak cukup hanya dengan penertiban semata, melainkan perlu dibarengi dengan pendekatan sosial dan solusi berkelanjutan agar persoalan ini tidak terus berulang setiap menjelang Ramadan.
Terkait banyaknya masyarakat luar Jakarta yang mencari peluang kehidupan di ibu kota setelah hari raya Idulfitri, Pramono pun menegaskan bahwa Jakarta tidak akan menutup diri bagi siapapun yang ingin mengadu nasib.
Hal ini juga mengingat bahwa ekonomi Jakarta mengalami pertumbuhan di kuartal keempat 2025. Namun, ia memberikan pesan agar para pendatang membekali diri dengan skill dan kemampuan.
“Kami mengharapkan untuk siapapun yang akan bekerja di Jakarta, tentunya mereka sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” tandasnya.

