Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pelatih Werder Bremen Dorong Jovan Milosevic untuk Tampil Lebih Agresif di Lapangan

    February 10, 2026

    Kronologi Penemuan Senpi Rakitan di Rumah Kosong Diduga Sarang KKB : Okezone News

    February 10, 2026

    AC Milan Berpeluang Raup Dana Sear 70 Juta Euro Berkat Pemain Pinjaman

    February 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Narasi “SBY Jilid II” Benturkan Prabowo dan Sjafrie, Siapa yang Diuntungkan?

    Narasi “SBY Jilid II” Benturkan Prabowo dan Sjafrie, Siapa yang Diuntungkan?

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 10, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Sebab, fakta menunjukkan bahwa kemunculan nama Menhan Sjafrie berangkat dari hasil survei dan persepsi publik, bukan deklarasi politik, apalagi manuver terbuka untuk menantang Presiden Prabowo Subianto.


    Namun narasi yang dibangun justru menggeser fokus dari dinamika demokrasi menuju spekulasi konflik internal. Ini bukan sekadar analisis politik, melainkan framing yang berpotensi menciptakan kesan bahwa lingkar kekuasaan sedang retak, meskipun tidak ada peristiwa politik nyata menunjukkan hal tersebut.

    Justru yang patut dipertanyakan adalah siapa yang diuntungkan dari narasi konflik tersebut?



    Ketika publik diarahkan untuk melihat hubungan presiden dan menterinya dalam kacamata kecurigaan, yang terjadi bukan penguatan pemerintahan, melainkan pembelahan persepsi.

    Elite politik didorong saling curiga, sementara publik disuguhi drama internal yang belum tentu ada. Politik adu domba bekerja secara halus. Cukup dengan menanamkan kemungkinan konflik, maka konflik itu perlahan hidup dalam imajinasi publik.

    Perbandingan dengan dinamika Pilpres 2004 juga problematis. Situasi politik, konfigurasi kekuasaan, dan konteks kepemimpinan hari ini sangat berbeda. Mengulang analogi sejarah tanpa kesamaan kondisi justru berfungsi sebagai alat psikologis untuk menanamkan ancaman, bukan untuk menjelaskan realitas.

    Politik Indonesia tidak selalu berjalan dalam pola pengulangan sejarah, dan memaksakan analogi justru mempersempit cara publik membaca dinamika kekuasaan.

    Lebih jauh, narasi yang menyebut keterlibatan seorang menteri dalam isu lintas sektor sebagai indikasi ambisi politik juga menyederhanakan kerja pemerintahan modern.

    Dalam praktiknya, koordinasi antarsektor adalah hal lumrah, terutama dalam isu strategis seperti pertahanan dan ekonomi yang memang saling terkait. Mengubah koordinasi menjadi tanda manuver politik hanya memperkuat asumsi konflik yang belum tentu nyata.

    Yang perlu disadari publik adalah bahwa demokrasi tidak selalu berarti pertarungan internal. Tidak setiap nama yang muncul dalam survei adalah ancaman, dan tidak setiap analisis politik bebas dari kepentingan framing.

    Ketika isu suksesi 2029 bahkan belum memasuki fase nyata, membangun narasi persaingan di dalam pemerintahan justru berpotensi melemahkan stabilitas yang sedang berjalan.

    Dalam konteks ini, yang lebih terlihat bukanlah pertarungan elite, melainkan upaya membentuk persepsi bahwa pertarungan itu sudah dimulai.

    Dan dalam politik, persepsi yang sengaja dibenturkan sering kali lebih berbahaya daripada konflik itu sendiri.

    Hamdi Putra
    Forum Sipil Bersuara (Forsiber)





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

    February 10, 2026

    Medsos dan AI Geser Peran Wartawan di Era Digital

    February 10, 2026

    Masalah Banjir Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata

    February 10, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Pelatih Werder Bremen Dorong Jovan Milosevic untuk Tampil Lebih Agresif di Lapangan

    Berita Olahraga February 10, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Bundesliga datang dari Werder Bremen yang tengah menghadapi tantangan mencari tumpuan di lini…

    Kronologi Penemuan Senpi Rakitan di Rumah Kosong Diduga Sarang KKB : Okezone News

    February 10, 2026

    AC Milan Berpeluang Raup Dana Sear 70 Juta Euro Berkat Pemain Pinjaman

    February 10, 2026

    Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Libya, Tewaskan Setidaknya 53 Orang : Okezone News

    February 10, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Pelatih Werder Bremen Dorong Jovan Milosevic untuk Tampil Lebih Agresif di Lapangan

    February 10, 2026

    Kronologi Penemuan Senpi Rakitan di Rumah Kosong Diduga Sarang KKB : Okezone News

    February 10, 2026

    AC Milan Berpeluang Raup Dana Sear 70 Juta Euro Berkat Pemain Pinjaman

    February 10, 2026

    Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Libya, Tewaskan Setidaknya 53 Orang : Okezone News

    February 10, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.