“Prabowo-Sjafrie sahabat karib yang tak terpisahkan. Sama-sama tamatan Akabri, beda letingan satu tahun, 70 dan 71. Prabowo lebih dulu masuk, tapi lulusnya sama, 74,” kata kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal melalui akun Facebook pribadinya, dikutip Rabu 11 Februari 2026.
Bukan hanya sahabat karib, di mata Erizal, Sjafrie merupakan tokoh yang bisa diterima kelompok oposisi atau yang kritis terhadap pemerintahan dan kalangan ulama (umat).
“Kalau dulu ada istilah “Tentara Merah” dan “Tentara Hijau”, Sjafrie digolongkan “Tentara Hijau”. Pasangan Prabowo yang terkuat Pilpres 2029 nanti,” kata Erizal.
Partai-partai seperti Demokrat, PKS, dan NasDem, yang belum lama bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, menurut Erizal, rasanya tak akan menolak, kalau Prabowo memilih Sjafrie.
“Termasuk, PAN, PKB, dan Golkar. KalaPresiden Prabowo Subianto dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. (Foto: Dokumentasi Gerindra)u PDIP sebagai partai pemenang mungkin akan memiliki calon sendiri. Pramono Anung, misalnya,” kata Erizal.
Di sisi lain, Prabowo-Sjafrie sangat kuat dan pastilah disegani dunia internasional. Bukan mustahil, inilah sosok dwi tunggal sejati, sebenarnya.
“Teruji puluhan tahun dalam suka dan duka. Keduanya tak terpisahkan,” demikian Erizal.

