Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gajah Ratna Mati di Rahmat Zoo & Park Sumut Diduga Gagal Fungsi Organ

    February 11, 2026

    Aleksa Damjanovic Selangkah Lagi Gabung Bayer Leverkusen

    February 11, 2026

    Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

    February 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

    NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 11, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jika pada abad pertama NU berhasil meneguhkan diri sebagai jangkar Islam rahmatan lil ‘alamin yang mengawal tradisi Nusantara berlandaskan Aswaja, maka pada abad kedua, NU dituntut mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi, dinamika politik nasional-global, serta perubahan sosial yang sangat cepat.


    “NU kini berada di persimpangan antara mempertahankan warisan kultural yang disimbolkan oleh sarung dan kitab kuning dan kebutuhan untuk bertransformasi menghadapi realitas zaman,” ungkap tokoh muda NU dan Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, KH Imam Jazuli, lewat keterangan resminya, Rabu, 11 Februari 2026.

    Menurutnya, NU tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu. Tradisi harus tetap dijaga, tetapi visi, strategi, dan cara kerja harus diperbarui agar NU benar-benar hadir sebagai pelayan umat di abad modern.



    Salah satu tantangan krusial yang disoroti adalah hubungan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebagai partai yang lahir dari rahim NU, PKB semestinya menjadi instrumen politik yang memperjuangkan kepentingan nahdliyin secara substantif.

    Namun, dalam praktiknya, relasi keduanya kerap diwarnai konflik elite, saling delegitimasi, dan tarik-menarik kepentingan, terutama menjelang Pemilu.

    “Atas nama Khittah 1926, sebagian elit NU justru bersikap terlalu menjauh dari PKB. Di sisi lain, PKB terkadang lebih sibuk dengan agenda elektoral daripada agenda keberpihakan pada umat. NU perlu kembali berperan sebagai pengawal moral tanpa bersikap antipati terhadap PKB sebagai wadah aspirasi politik warga NU,” ujarnya.

    Tantangan berikutnya yang mendesak NU adalah kesenjangan digital. Saat dunia dakwah beralih ke layar kaca digital, konten moderat seringkali kalah cepat dengan narasi ekstrem. Umat membutuhkan bimbingan agama yang instan namun mendalam, sesuatu yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh gerakan dakwah konvensional. Secara keilmuan dan sanad, NU harus melahirkan ulama digital. 

    “Karenanya, NU perlu proaktif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan nilai-nilai moderasi dan Aswaja An-Nahdliyah. Penguatan literasi digital di kalangan nahdliyin dan pengembangan konten digital yang menarik menjadi tantangan untuk melawan narasi ekstremisme di ruang siber,” jelasnya.

    Kemudian, Kiai Imam Jazuli mengungkapkan perlunya revitalisasi format dakwah. Dakwah NU selama abad pertama sering mengandalkan panggung dan gebyar seremonial, serta banyak diisi dengan agenda ritual tradisi. Bukan tak penting, tapi perlu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi yang lebih mengarah pada peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.

    Berikutnya adalah perlunya peningkatan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan NU menjadi krusial untuk menghadapi tantangan global. Hal ini mencakup peningkatan akses dan kualitas pendidikan, pelatihan vokasional, dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. 

    Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu menambahkan, tantangan berikutnya adalah penguatan akses kesehatan dan jejaring sosial-ekonomi. NU peru membuka akses terhadap layanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh warga, termasuk nahdliyin, adalah hal mendesak. 

    “NU mendatang perlu menjadikan isu kesehatan dan penguatan jaring pengaman sosial sebagai target utama, seperti membangun klinik NU minimal di setiap kecamatan, serta memastikan pengawalan program BPJS bagi warga miskin, sebagai prioritas utama,” ucapnya.

    Lebih jauh, struktur ekonomi jamaah yang masih lemah membuat NU rentan terhadap polarisasi. Kemandirian NU bukan lagi wacana, melainkan keharusan untuk memberdayakan ekonomi melalui digitalisasi UMKM. Jika tidak, “sarung” yang menjadi simbol kebersahajaan berisiko tertinggal oleh laju teknologi yang serba cepat.

    Adapun wacana tentang Islam Nusantara dan Fiqih Peradaban tidak boleh terlalu melambung ke langit, tapi perlu menyentuh bumi, dengan kontekstualisasi dan internalisasi di tengah kebutuhan umat, juga harus diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang menyentuh kebutuhan riil nahdliyin di akar rumput.

    “NU di abad kedua membutuhkan keberanian untuk berinovasi, beradaptasi, dan kembali fokus pada pemberdayaan umat demi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan beradab. Tradisi harus dipertahankan, namun visi misi harus diperbarui,” harapnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

    February 11, 2026

    Publik Didorong Perketat Pengawasan Cegah Polri Jadi Alat Kekuasaan

    February 11, 2026

    BAM DPR Terima Audiensi Sengketa Lahan 39 Hektare Bendungan di Sulsel

    February 11, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Gajah Ratna Mati di Rahmat Zoo & Park Sumut Diduga Gagal Fungsi Organ

    Berita Teknologi February 11, 2026

    Medan, CNN Indonesia — Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatrensis) betina bernama Ratna dinyatakan mati di Rahmat…

    Aleksa Damjanovic Selangkah Lagi Gabung Bayer Leverkusen

    February 11, 2026

    Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

    February 11, 2026

    Tampil Beda di Moto3 2026, Ada Sentuhan Desainer Marc Marquez di Helm Veda Ega Pratama : Okezone Sports

    February 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Gajah Ratna Mati di Rahmat Zoo & Park Sumut Diduga Gagal Fungsi Organ

    February 11, 2026

    Aleksa Damjanovic Selangkah Lagi Gabung Bayer Leverkusen

    February 11, 2026

    Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

    February 11, 2026

    Tampil Beda di Moto3 2026, Ada Sentuhan Desainer Marc Marquez di Helm Veda Ega Pratama : Okezone Sports

    February 11, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.