Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BAM Serukan BWF Evaluasi Pembagian Hasil Yang Menguntungkan Penyelenggara

    February 12, 2026

    Detik-Detik Terakhir Pilot Smart Air: Sempat Kirim Sinyal Darurat Sebelum Tewas Ditembak KKB : Okezone News

    February 12, 2026

    Jenazah Pilot-Kopilot Smart Air Korban Penembakan Dibawa ke Jakarta

    February 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Daftar Wilayah Indonesia ‘Dihantui’ Fenomena Tanah Bergerak

    Daftar Wilayah Indonesia ‘Dihantui’ Fenomena Tanah Bergerak

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 12, 2026No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Beberapa wilayah Indonesia mengalami bencana atau fenomena tanah bergerak dalam kurun waktu yang berdekatan, dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng) hingga Bukittinggi Sumatra Barat (Sumbar). 

    CNNIndonesia.com telah merangkum beberapa daerah yang rawan akan bencana tanah bergerak di Indonesia yang membuat ribuan mengungsi.

    Tegal

    Fenomena tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, masih berlangsung aktif hingga pekan kedua Februari 2026. Warga yang terdampak beramai-ramai mengosongkan rumah dengan memindahkan barang yang masih dipakai.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Kades Padasari, Mashuri mengatakan, sejak Senin (2/2) pekan lalu, pergerakan tanah masih berlangsung hingga sepekan kemudian pada Senin (9/2) kemarin. Per awal pekan ini, Mashuri mengatakan data rumah terdampak sebanyak 464 unit dengan rincian 205 rusak berat, 174 rusak sedang, dan 85 rusak ringan.

    Fasilitas sosial 21 unit, peribadatan tujuh unit, fasilitas pendidikan tujuh unit, dan pemerintahan satu unit. Untuk infrastruktur jalan desa dan kabupaten sebanyak tiga titik, satu bendung irigasi dan satu jembatan desa.





    Mashuri mengatakan adanya suara retakan bangunan menjadi penanda adanya tanah bergerak. Warga yang rumahnya terdampak diungsikan ke lokasi yang aman. Jumlahnya mencapai 2.460 jiwa dari 596 KK.

    “Dari total pengungsi 2.460 jiwa, (terdiri dari) laki- laki 939 perempuan 1.032. Lansia 216, ibu hamil 3, ibu menyusui 4, anak 195, balita 38, batita 67, remaja 1.034 dan dewasa 894,” rinci Mashuri.

    Semarang

    Lurah Jangli, Maria Teresia Takndare, mengatakan tanah gerak terjadi di RT 07 RW 01 Kelurahan Jangli, Kamis (5/2) dan Jumat (6/2) lalu. Peristiwa tersebut dipicu hujan deras yang turun terus-menerus dalam beberapa pekan terakhir.

    Pada Senin (9/2), beberapa warga mengevakuasi barang di dalam rumah untuk dibawa ke rumah kerabatnya. Sebagian warga juga berkumpul di pengungsian yang didirikan di mushola terdekat karena rumahnya sudah tak bisa dihuni lagi karena terdampak tanah gerak.

    Salah satu warga terdampak, Slamet Riyadi (47), mengaku khawatir hingga berencana mengungsi agar tidak tinggal di rumah dengan tanah yang terus bergerak tersebut. Slamet berharap pemerintah dapat membantu dengan menyediakan lahan relokasi bagi warga terdampak.

    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengaku  kejadian tanah gerak yang terjadi di Jangli akibat fenomena alam. Dalam sehari, kata Agustina, sudah ada 2-3 permohonan masyarakat yang mengajukan bantuan Pemkot Semarang untuk tindak lanjut di wilayahnya masing-masing.

    Menurut Agustina, anggaran operasional BPBD untuk penanganan retakan tanah itu tak bisa disetujui karena ranah kewenangannya yang terbatas.

    Selain itu, Agustina turut membenarkan kasus longsor di Kota Semarang diakibatkan kurangnya wilayah resapan di daerah Kota Semarang bagian atas. Pemkot Semarang berencana membangun embung.

    “Betul (ada 55 kasus longsoran di Kota Semarang). Betul (terjadi karena kurang vegetasi dan resapan), nanti tahun ini akan dibuat embung-embung banyak sekali di tanah-tanah milik Pemkot,” jelasnya.

    Sumatera Barat

    Kepanikan juga terjadi di kawasan Bukit Cangang Kayu Ramang Kota Bukittinggi, Sumatera Barat sejak 23 November lalu. Daerah yang berada di bibir Ngarai Sianok tersebut mengalami pergeseran dan pergerakan tanah yang mengancam keselamatan warga.

    Kepala BPBD Kota Bukittinggi, Zulhendri mengatakan, pihaknya telah mengevakuasi dan merelokasi 68 orang dari kawasan tersebut.

    Sulawesi Tengah

    Gempa bumi yang mengguncang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada akhir tahun 2018 sllam memunculkan fenomena tanah bergerak atau likuifaksi. Fenomena tersebut diketahui terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah.

    Dewan penasehat Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari menjelaskan likuifaksi terjadi karena adanya getaran gempa. Fenomena ini menurutnya banyak dan hampir semua fenomena kegempaan muncul likuifaksi.

    Fenomena tersebut mengakibatkan turunnya daya dukung tanah terhadap tekanan di atasnya. Likuifaksi merupakan fenomena alamiah yang terjadi karena adanya aktivitas gempa.

    “Likuifaksi ini kalau diibaratkan seperti kita sedang mengetuk-ngetuk toples untuk memasukkan suatu benda supaya ada banyak yang masuk ke dalamnya. Ini menyebabkan cairan atau material halus berada di atas,” imbuhnya.

    Rovicky mengatakan likuifaksi terjadi pada lapisan di bawah tanah yang biasanya berupa butiran berukuran pasir. Air yang tersimpan di dalamnya akan ikut terbawa keluar ketika terjadi likuifaksi. Proses inilah yang kemudian membuat tanah bercampur air menjadi lumpur yang keluar dari dalam perut Bumi.

    Aceh 

    Fenomena lubang raksasa di Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, semakin meluas dan berpotensi mengancam area perkampungan warga.

    Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai fenomena ini mirip dengan sinkhole, tapi memiliki sisi berbeda. Gerakan tanah di lubang raksasa Aceh itu disebut sudah berlangsung cukup lama. Batuan, kemiringan lereng, dan aliran irigasi juga membuat potensi lubang makin luas.

    Menurut informasi dari warga setempat, gerakan tanah sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu dan masih berkembang sampai sekarang terutama pada musim hujan.

    Batuan di lubang raksasa itu menjadi gembur karena lereng tak stabil dan kondisi air. Penyebab lubang semakin meluas juga karena proses pengikisan tebing ke arah samping oleh aliran air, yang memperlebar tebing atau lembah.

    Hal tersebut membuat lereng tidak stabil dan jenuh air, sehingga batuan menjadi gembur dan berat massa batuan bertambah. Ditambah dengan adanya erosi lateral oleh rembesan air yang berada pada bagian lembah lereng menyebabkan terjadinya longsoran dan runtuhan batuan.

    Kondisi tanah labil, masih bisa dibangun rumah?

    Bencana tanah gerak tentu berdampak buruk pada bangunan dan infrastruktur. Bahkan sejumlah bangunan tidak dirancang untuk menahan fenomena tersebut. Alhasil bangunan seperti rumah akan retak hingga roboh dalam sekejap karena pondasi yang tidak kuat menahan pergerakan tanah.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan, membangun rumah di daerah Barat dan Selatan wilayah Indonesia jadi tantangan tersendiri karena merupakan patahan gempa, sehingga rawan terjadi pergerakan tanah.

    “Indonesia itu di bagian Barat dan Selatan utamanya ya, itu kan daerah patahan gempa ya. Daerah-daerah di mana ahli juga sudah menyimpulkan bahwa akan banyak pergerakan terjadi di tanahnya. Jadi, Pulau Jawa termasuk daerah-daerah yang sebenarnya termasuk rada rawan,” kata Denny mengutip detik.com.

    Meski berada di kawasan rawan terjadinya pergerakan tanah, masyarakat masih bisa membangun rumah asalkan memperhatikan sejumlah hal. Menurut Denny, salah satu hal penting yang wajib diperhatikan adalah melakukan penyelidikan kekuatan tanah atau sondir.

    “Nah proses ini jangan pernah di skip atau diabaikan oleh pembangun bangunan karena ini akan berakibat fatal apabila pergerakan tanah terjadi,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Denny mengatakan jika masyarakat masih bisa membangun rumah di lokasi yang memang terjadi pergerakan tanah. Akan tetapi, dibutuhkan pengamatan mendalam untuk mengetahui fondasi apa yang cocok dan kuat guna menahan struktur bangunan.

    “Jadi kalau misalnya ditanya ‘apakah kalau misalnya kita sudah tahu tanahnya bergerak apakah kita tidak bisa membangun rumah atau bangunan di situ?’ Jawabannya oh tentu bisa. Cuma, memang kita harus bijak memilih fondasi apa yang kita mau pakai,” ujarnya.

    Apabila sudah mendirikan bangunan di lokasi rawan terjadi pergerakan tanah, masyarakat masih bisa melakukan sejumlah pencegahan dengan melakukan suntik beton atau sering disebut juga injeksi beton.

    Proses ini memperbaiki struktur beton dengan cara mengisi celah atau retakan pada beton yang bertujuan untuk memperbaiki kekuatan fungsi beton.

    Antisipasi fenomena tanah gerak

    Meskipun frekuensi gerakan tanah cenderung naik seiring pertambahan penduduk dan penggunaan lahan, Sutikno dkk dalam buku Geomorfologi Dasar mengutip teori Terzaghi (1960) dan Varness (1977), dikutip detikJateng, menekankan bahwa fenomena tanah gerak tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan cara berikut:

    Perencanaan pemanfaatan lahan

    Setiap rencana pembangunan harus selalu memperhatikan faktor-faktor penyebab gerakan tanah. Pemilihan lokasi untuk permukiman, jalan, hingga tempat rekreasi harus mempertimbangkan besaran frekuensi gerakan tanah di masa lalu.

    Memperhatikan kestabilan lereng

    Pemanfaatan lahan yang melibatkan biaya besar dan manusia harus menghindari aktivitas yang mengganggu keseimbangan lereng. Hal ini termasuk menghindari pemotongan atau pengupasan lereng secara sembarangan untuk bangunan.

    Menghindari perilaku pemicu

    Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penggundulan hutan, tidak mencetak sawah di lereng yang terjal, serta tidak mendirikan rumah terlalu dekat dengan tebing yang curam.

    Mengenali kondisi geologis

    Kewaspadaan harus ditingkatkan pada wilayah dengan lereng curam, terutama jika terdapat lapisan tanah kedap air di bawah permukaan yang berpotensi menjadi bidang luncur saat jenuh air.

    (kna/dal)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Jenazah Pilot-Kopilot Smart Air Korban Penembakan Dibawa ke Jakarta

    February 12, 2026

    Polisi Sebut KKB Yahukimo Jadi Dalang Penembakan Pesawat Smart Air

    February 12, 2026

    Bahar bin Smith Minta Maaf ke GP Ansor Usai Aniaya Anggota Banser

    February 12, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    BAM Serukan BWF Evaluasi Pembagian Hasil Yang Menguntungkan Penyelenggara

    Berita Olahraga February 12, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Badminton : Harapan Malaysia untuk menjadi tuan rumah turnamen bergengsi seperti Kejuaraan Dunia…

    Detik-Detik Terakhir Pilot Smart Air: Sempat Kirim Sinyal Darurat Sebelum Tewas Ditembak KKB : Okezone News

    February 12, 2026

    Jenazah Pilot-Kopilot Smart Air Korban Penembakan Dibawa ke Jakarta

    February 12, 2026

    Elena Rybakina Kandaskan Zheng Qinwen Di Doha

    February 12, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    BAM Serukan BWF Evaluasi Pembagian Hasil Yang Menguntungkan Penyelenggara

    February 12, 2026

    Detik-Detik Terakhir Pilot Smart Air: Sempat Kirim Sinyal Darurat Sebelum Tewas Ditembak KKB : Okezone News

    February 12, 2026

    Jenazah Pilot-Kopilot Smart Air Korban Penembakan Dibawa ke Jakarta

    February 12, 2026

    Elena Rybakina Kandaskan Zheng Qinwen Di Doha

    February 12, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.