Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPR Sebut MKMK Tak Bisa Batalkan Penetapan Hakim MK Adies Kadir

    February 12, 2026

    Pacific Caesar Masih Lemah saat Melakukan Pertahanan

    February 12, 2026

    Jokowi Dinilai Cari Simpatik Lewat Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode

    February 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Anomali Transaksi dan Risiko Downgrade Pasar Modal Indonesia

    Anomali Transaksi dan Risiko Downgrade Pasar Modal Indonesia

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 12, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Dalam diskusi mendalam di Podcast Terus Terang Media, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsah, membedah mengapa sinyal dari Morgan Stanley Composite Index (MSCI) mampu memicu guncangan hebat di pasar, termasuk memicu aksi jual masif oleh pengelola dana global.


    MSCI bukan sekadar indeks biasa. Menurut Halim, MSCI adalah kompas utama bagi para fund manager dunia dalam mengalokasikan triliunan dolar dana investor.

    “Indeks ini menjadi rujukan global. MSCI berkepentingan memastikan bahwa saham yang masuk ke radar mereka benar-benar berkualitas dan likuid. Likuiditas di sini berarti saham tersebut harus mudah diperjualbelikan dengan harga yang stabil, bukan yang bergerak liar tanpa fundamental jelas,” ujar Halim, dikutip redaksi di Jakarta, Kamis 12 Februari 2026.



    Salah satu poin krusial yang disorot adalah keraguan dunia internasional terhadap mekanisme pembentukan harga di bursa Indonesia.  Muncul pertanyaan besar: Apakah harga saham yang tertera di layar saat ini adalah murni hasil permintaan dan penawaran (supply and demand), atau justru “harga bayangan” hasil praktik goreng-gorengan?

    Halim menjelaskan bahwa MSCI sebenarnya ingin memasukkan lebih banyak emiten Indonesia ke dalam indeks global mereka. Namun, mereka terganjal oleh keraguan terhadap integritas data dan transparansi otoritas bursa.

    “Indonesia sering dipersepsikan memiliki masalah dalam pembentukan harga. Ada kekhawatiran praktik goreng-gorengan saham masih dominan. Inilah yang membuat investor global waspada,” tambahnya.

    Selain integritas harga, MSCI secara teknis menyoroti aturan free float (jumlah saham yang beredar di publik). 

    “Di Indonesia, saham yang dimiliki publik minimal hanya 7,5 persen. MSCI menilai angka ini terlalu rendah. Mereka mengusulkan agar free float ditingkatkan, misalnya menjadi 20 persen. Sebagai perbandingan, di Jepang free float minimal 25 persen, di Singapura 10 persen, dan di negara lain berkisar antara 10-25 persen,” tegas Halim.

    MSCI mengusulkan agar angka ini dinaikkan ke level 20 persen agar pasar lebih dalam dan likuid. 

    Namun, masalahnya bukan hanya soal angka. MSCI juga mempertanyakan apakah saham yang diklaim sebagai milik “publik” itu benar-benar dimiliki masyarakat umum, atau justru dikuasai oleh perusahaan-perusahaan cangkang yang terafiliasi dengan pemilik lama (ultimate beneficial owner).

    Jika tuntutan transparansi dan perbaikan struktur pasar ini diabaikan, ancaman downgrade bukan isapan jempol belaka. 

    Halim menilai, apabila lembaga pemeringkat menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Frontier Market (pasar rintisan), dampaknya akan sangat destruktif.

    Meskipun reaksi pasar terlihat mendadak, Halim mengungkapkan bahwa sinyal dari MSCI ini sebenarnya sudah diberikan sejak Oktober lalu. Reaksi hebat yang terjadi belakangan ini merupakan akumulasi dari kejengkelan investor terhadap risiko struktural yang tak kunjung dibenahi oleh regulator.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Jokowi Dinilai Cari Simpatik Lewat Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode

    February 12, 2026

    Polda Metro Juga Periksa Saksi Kasus Ijazah Jokowi di Yogyakarta

    February 12, 2026

    Emas Antam Mandek, Termurah Masih Rp1,5 Jutaan

    February 12, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    DPR Sebut MKMK Tak Bisa Batalkan Penetapan Hakim MK Adies Kadir

    Berita Teknologi February 12, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo menilai desakan sejumlah pihak agar Majelis Kehormatan…

    Pacific Caesar Masih Lemah saat Melakukan Pertahanan

    February 12, 2026

    Jokowi Dinilai Cari Simpatik Lewat Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode

    February 12, 2026

    Sosis, Nugget dan Makanan Olahan Erat dengan Kanker, Ini Penjelasan Ilmiahnya : Okezone Women

    February 12, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    DPR Sebut MKMK Tak Bisa Batalkan Penetapan Hakim MK Adies Kadir

    February 12, 2026

    Pacific Caesar Masih Lemah saat Melakukan Pertahanan

    February 12, 2026

    Jokowi Dinilai Cari Simpatik Lewat Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode

    February 12, 2026

    Sosis, Nugget dan Makanan Olahan Erat dengan Kanker, Ini Penjelasan Ilmiahnya : Okezone Women

    February 12, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.