Unilever Raup Laba (Foto: Okezone)
JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih dari operasi yang masih berjalan (continuing operations) sebesar Rp3,5 triliun sepanjang tahun 2025, meningkat tajam 21,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba yang signifikan ini ditopang oleh penjualan bersih sebesar Rp31,9 triliun (tidak termasuk bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi), atau naik 4,3 persen secara tahunan. Momentum positif ini dipicu oleh volume penjualan yang kuat pada kuartal keempat serta performa ekspor yang solid.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari transformasi struktural dan disiplin bisnis yang diterapkan sepanjang tahun.
“Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas,” ujar Benjie Yap dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).
Kenaikan profitabilitas Perseroan didukung oleh fokus pada merek-merek unggulan (Power Brands). Enam belas merek utama, termasuk Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso, mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 9,1 persen dan berkontribusi terhadap 75 persen dari total penjualan perusahaan.
“Meskipun lingkungan bisnis akan tetap dinamis, kinerja ini memperkuat keyakinan bahwa kami berada di jalur yang tepat – membangun bisnis yang lebih kompetitif, lebih tangguh, dan lebih siap untuk meraih pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” tambah Benjie.
Dari sisi kesehatan keuangan, Unilever Indonesia mencatatkan performa yang sangat sehat dengan free cash flow sebesar Rp4,9 triliun, atau 1,7 kali lebih tinggi dari tahun lalu. Menariknya, Perseroan berhasil mempertahankan posisi utang di angka nol.

