Dikutip dari Reuters, Kamis 12 Februari 2026, pusat data yang berada di Indiana, Amerika Serikat (AS) tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt saat sudah beroperasi penuh. Menurut operator jaringan listrik AS, jumlah ini setara dengan pasokan listrik untuk sekitar 800.000 rumah, menegaskan betapa masifnya kebutuhan energi proyek tersebut.
Sebelumnya, pada November lalu, Meta menyatakan akan menginvestasikan hingga 600 miliar Dolar AS untuk infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat selama tiga tahun ke depan, termasuk pembangunan pusat-pusat data.
Rachel Peterson, Wakil Presiden Meta untuk pusat data, mengatakan fasilitas baru yang berlokasi di Lebanon, Indiana, ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027 atau awal 2028. Ia menegaskan bahwa Meta akan meningkatkan kapasitas produksi secara cepat melalui pembangunan ini.
“Meta telah menjalin kerja sama dengan perusahaan utilitas lokal untuk penyediaan listrik, sekaligus menanggung sendiri biaya peningkatan infrastruktur energi yang diperlukan,” kata Peterson.
Sebelumnya, pada Oktober, Meta menuntaskan kesepakatan pembiayaan senilai 27 miliar Dolar AS dengan Blue Owl Capital untuk membangun pusat data berkapasitas 2 gigawatt di Louisiana, yang menjadi proyek terbesar Meta secara global. Perusahaan juga berencana menanamkan 1,5 miliar Dolar AS untuk pusat data di Texas.
Namun, proyek Louisiana sempat menuai sorotan. Kelompok hukum lingkungan Earthjustice meminta regulator utilitas AS menyelidiki pendanaannya karena khawatir biaya pembangunan akan dibebankan kepada rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Terkait fasilitas Indiana, Peterson menolak merinci skema pembiayaannya. Ia menegaskan bahwa Meta menanggung penuh investasi awal sebesar 10 miliar Dolar AS untuk proyek tersebut.

