Purwojati, 11 Februari 2026 — Dalam rangka memperkuat budaya apresiasi dan penghargaan di lingkungan Gerakan Pramuka, Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati menggelar kegiatan Sosialisasi Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka (TPGP) pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Korwilcam Dindik Purwojati dan dihadiri oleh para Kamabigus (Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan) serta satu orang pembina Pramuka dari masing-masing gugus depan se-wilayah Purwojati.
Sosialisasi dipandu langsung oleh Megawati Purwaningrum, S.Pd.SD., M.Pd, selaku Ketua Tim Pengembang TPGP Kwarran Purwojati. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan secara komprehensif mengenai konsep dasar, regulasi, mekanisme pengusulan, hingga prosedur pemberian Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka.
Disampaikan bahwa TPGP bukan sekadar simbol formalitas, melainkan instrumen strategis dalam membangun motivasi, loyalitas, dedikasi, dan semangat pengabdian para pembina serta penggerak kepramukaan. Sistem penghargaan yang tertata dengan baik diyakini mampu mendorong budaya kerja yang positif dan berkelanjutan dalam organisasi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan koordinasi sebelumnya yang telah diikuti oleh Megawati Purwaningrum, S.Pd.SD., M.Pd bersama Kak Murtiningsih, S.Pd, selaku Ketua Dewan Kehormatan Kwarran Purwojati, pada 4 Februari 2026 di Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Banyumas. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sinkronisasi kebijakan antara kwartir cabang dan kwartir ranting, khususnya dalam implementasi sistem penghargaan di tingkat gugus depan.
Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapatkan pemahaman teknis mengenai jenis-jenis tanda penghargaan, persyaratan administratif, tahapan pengajuan, mekanisme verifikasi, hingga proses penetapan penerima TPGP. Penjelasan ini bertujuan agar pelaksanaan penghargaan di tingkat gugus depan dapat berjalan secara objektif, transparan, tertib administrasi, dan sesuai dengan ketentuan Gerakan Pramuka.
Ketua Kwarran Purwojati, Sodiqun Wahab, S.Pd, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar aktif berperan dalam setiap kegiatan kepramukaan, baik di tingkat gugus depan maupun kwartir.
“Gerakan Pramuka tidak akan tumbuh kuat jika hanya dijalankan oleh segelintir orang. Diperlukan keterlibatan aktif, komitmen bersama, dan semangat gotong royong dari seluruh unsur pembina dan Kamabigus agar kegiatan kepramukaan benar-benar hidup dan berdampak,” tegas beliau dalam arahannya.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa keaktifan dalam organisasi Pramuka tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab, serta keteladanan yang akan menjadi contoh bagi peserta didik.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog terbuka antara tim pengembang dan para pembina, guna menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem pembinaan yang profesional dan berkelanjutan. Ditekankan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menumbuhkan budaya pengabdian dan semangat pelayanan dalam mendidik generasi muda.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh unsur pembina dan pemangku kebijakan gugus depan di wilayah Kwarran Purwojati mampu mengimplementasikan sistem penghargaan secara tepat dan terstruktur. Dengan demikian, kualitas pembinaan semakin meningkat, motivasi penggerak kepramukaan semakin kuat, serta ekosistem Gerakan Pramuka yang profesional, berintegritas, dan berkarakter dapat terus berkembang.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkokoh sinergi antar unsur kepramukaan serta menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter yang relevan dan berdampak nyata bagi generasi muda Indonesia.
Pewarta : Nandita Widyatmoko

