Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanyol Ketahui Lawan di Liga Bangsa 2026-27

    February 12, 2026

    Gempa M4,8 Guncang Meulaboh Aceh Barat : Okezone News

    February 12, 2026

    Kejuaraan Beregu Eropa 2026: Tim Putri Jerman Menyerah 1-4 Dari Jerman

    February 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Saya Gagal Paham Tata Bahasa Jerman

    Saya Gagal Paham Tata Bahasa Jerman

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 12, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Maka tata bahasa Jerman sangat menarik untuk dibahas secara bingungomologis sebagai bukan ilmu membuat bingung tetapi telaah terhadap rasa kebingungan.


    Jenis kelamin kata dalam bahasa Jerman tidak selalu terkait dengan jenis kelamin biologis, tapi lebih kepada kategori gramatikal. Misalnya, “der Tisch” (meja) adalah maskulin, “die Musik” (wanita) adalah feminin, dan “das Haus” (rumah) adalah neutrum, sementara “Die Forrelle” adalah feminin namun “Die Forellen” adalah plural.

    Kaitannya dengan dativ dan kasus lainnya memang potensial membingungkan saya, tapi itu karena bahasa Jerman memiliki aturan yang spesifik untuk setiap kasus. Dativ digunakan untuk menunjukkan objek tidak langsung, sedangkan akusatif untuk objek langsung.



    Unsur bingungomologis dalam tata bahasa Jerman antara lain tampil pada:

    1. Artikel yang berubah-ubah: Artikel “der”, “die”, “das” bisa berubah tergantung kasus dan jenis kelamin kata. Contoh: “der Mann” (nominatif), “den Mann” (akusatif), “dem Mann” (dativ).

    2. Kata kerja yang memisahkan: Kata kerja seperti “aufstehen” (bangun) bisa dipisahkan menjadi “steh auf” dalam kalimat.

    3. Urutan kata yang inkonsisten: Urutan kata dalam kalimat bisa berbeda dengan bahasa Indonesia, contoh: “Ich esse ein Sandwich” (Saya makan sandwich), tapi “Ich habe ein Sandwich gegessen” (Saya telah makan sandwich).

    4. Kata-kata yang mirip tapi berbeda arti: Contoh: “weil” (karena) vs. “während” (selama), atau “sich” (diri sendiri) versus “ihm” (dia, objek tidak langsung).

    5. Pelafalan yang unik: Bahasa Jerman memiliki bunyi yang tidak ada dalam bahasa Indonesia, seperti “ch” dalam “Bach” atau “ü” dalam “Müller”. Atau “zsche” dalam Nietzsche

    Jenis kelamin kata dalam bahasa Jerman untuk kata-kata baru biasanya ditentukan bukan oleh satu tetapi beberapa faktor, semisal: 

    1. Asal kata: Jika kata tersebut berasal dari bahasa lain, jenis kelaminnya mungkin diadopsi dari bahasa asalnya. Contoh: “das Internet” (neutrum) karena kata “internet” dalam bahasa Inggris tidak memiliki jenis kelamin.

    2. Kata dasar: Jika kata tersebut merupakan gabungan dari kata-kata yang sudah ada, jenis kelaminnya mungkin ditentukan oleh kata dasarnya. Contoh: “der Computer” (maskulin) karena “der Rechner” (kalkulator) adalah maskulin.

    3. Analogi: Jika kata tersebut mirip dengan kata lain yang sudah ada, jenis kelaminnya mungkin ditentukan berdasarkan analogi. Contoh: “das Handy” (neutrum) karena mirip dengan “das Telefon” (neutrum).

    Untuk kata-kata baru seperti AI, Google, mobil listrik, dan hand phone, jenis kelaminnya mungkin belum ditetapkan secara resmi. Namun, berikut beberapa kemungkinan:

    • “AI” (Artificial Intelligence): “die AI” (feminin) karena “die Intelligenz” adalah feminin.
    • “Google”: “das Google” (neutrum) karena nama perusahaan dan nama properti biasanya neutrum.
    • “Mobil Listrik”: “das Elektroauto” (neutrum) karena “das Auto” adalah neutrum.
    • “Hand phone”: “das Handy” (neutrum) karena sudah terlanjur umum digunakan dalam bahasa Jerman.

    (Saya tak henti bersyukur Bahasa Indonesia tidak diskriminatif terhadap jenis kelamin.)

    Dialek Bavaria adalah dialek Jerman yang paling terkenal dan banyak digunakan di wilayah Bayern, Jerman. Ciri khasnya adalah penggunaan kata-kata seperti “Servus” (halo), “Pfiat di” (sampai jumpa), dan “Oma” (nenek).serta pengucapan yang lebih keras dan berirama. Juga penggunaan kata-kata lokal seperti “Gaststaette” (restoran) dan “Biergarten” (taman bir). Contoh kalimat dalam dialek Bavaria: “Servus, i geh ins Biergarten, wui a Halbe trinka!” (Halo, aku pergi ke taman bir, mau minum setengah liter bir!)

    Sementata dialek Westfalia digunakan di wilayah Westfalen, Jerman. Ciri khasnya adalah penggunaan kata-kata local seperti “Moin” (halo) dan “Tschuess” (sampai jumpa). Pengucapan yang lebih lembut dan berirama.serta penggunaan kata-kata lokal seperti “Pumpernickel” (roti hitam) dan “Kaesekuchen” (kue keju).. Contoh kalimat dalam dialek Westfalia: “Moin, ich geh zum Markt, will’n Stueck Pumpernickel kaufen!” (Halo, aku pergi ke pasar, mau beli sepotong roti hitam!) 

    Segenap fakta linguistik terkandung di dalam naskah bingungomologis ini malah makin berhasil menyebabkan saya makin gagal-paham tata bahasa Jerman! Tschuess! Auf Wiedersehen!

    *) Penulis adalah budayawan dan pendiri MURI.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Kepala Daerah Wajib Pastikan Faskes Layani PBI JKN Nonaktif Sementara

    February 12, 2026

    HGB Hotel Sultan Milik PT Indobuildco Tidak Pernah Dibatalkan secara Hukum

    February 12, 2026

    SP3 Eggi-Damai Harusnya juga Berlaku untuk Roy Suryo Cs

    February 12, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Spanyol Ketahui Lawan di Liga Bangsa 2026-27

    Berita Olahraga February 12, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Spanyol: Tim nasional Spanyol kini telah mengetahui lawan-lawan yang akan dihadapi dalam…

    Gempa M4,8 Guncang Meulaboh Aceh Barat : Okezone News

    February 12, 2026

    Kejuaraan Beregu Eropa 2026: Tim Putri Jerman Menyerah 1-4 Dari Jerman

    February 12, 2026

    Jelang MotoGP 2026, Francesco Bagnaia Ungkap Titik Lemah Motor Terbaru Ducati : Okezone Sports

    February 12, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Spanyol Ketahui Lawan di Liga Bangsa 2026-27

    February 12, 2026

    Gempa M4,8 Guncang Meulaboh Aceh Barat : Okezone News

    February 12, 2026

    Kejuaraan Beregu Eropa 2026: Tim Putri Jerman Menyerah 1-4 Dari Jerman

    February 12, 2026

    Jelang MotoGP 2026, Francesco Bagnaia Ungkap Titik Lemah Motor Terbaru Ducati : Okezone Sports

    February 12, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.