SEMARANG – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Asesor Akreditasi Gugus Depan Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak tenaga asesor yang kompeten guna memastikan standarisasi dan kelayakan mutu pendidikan kepramukaan di Jawa Tengah.
Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan dengan metode hybrid (kombinasi daring dan luring). Tahap pertama dilaksanakan secara daring pada Kamis–Jumat, 12–13 Februari 2026, sedangkan tahap kedua akan digelar secara luring (tatap muka) pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026 bertempat di Puskepram Candrabirawa, Karanggeneng, Gunungpati, Semarang.
Akreditasi Bukan Sekadar Administratif
Ketua Puslitbang Kwarda Jawa Tengah, Prof. Dr. Martitah, M.Hum, dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi Gugus Depan bukanlah sekadar rutinitas administratif semata, melainkan manifestasi dari amanah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Akreditasi adalah sebuah komitmen asah, asih, dan asuh. Ini adalah cara kita menghargai kepercayaan orang tua yang menitipkan masa depan anaknya kepada kita,” ujar Prof. Martitah.
Beliau juga mengingatkan para calon asesor bahwa tugas mereka adalah sebuah “jalan sunyi” yang menuntut integritas tinggi. Para asesor diminta untuk memotret kondisi riil di lapangan secara objektif.
“Kakak-kakak diminta memotret keunggulan tanpa memoles, dan mencatat kelemahan tanpa menghakimi. Datanglah untuk memotivasi dan membimbing, bukan sekadar memberi nilai,” pesannya kepada para peserta.
Materi dan Standar Penilaian
Dalam kegiatan ini, para peserta yang merupakan utusan dari Kwartir Cabang se-Jawa Tengah mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif dari para narasumber, termasuk Tim Puslitbang Kwartir Nasional.
Salah satu narasumber, Kak Sri Purwani Eka Mulat dari Puslitbang Kwarnas, memaparkan materi tentang “Gugus Depan Ideal” yang mengacu pada Petunjuk Penyelenggara Kwartir Nasional No. 231 Tahun 2007. Materi ini menekankan pentingnya struktur organisasi yang jelas, kegiatan rutin yang inovatif, serta pelibatan orang tua dan masyarakat.
Sementara itu, Kak Sri Rahayu Astuti membedah secara mendalam mengenai “Standar dan Sistem Akreditasi Gugus Depan”. Beliau menjelaskan bahwa akreditasi mencakup penilaian terhadap sembilan komponen utama, di antaranya:
-
Data keanggotaan dan administrasi.
-
Standar kompetensi pembina.
-
Pencapaian SKU, SKK, dan SPG peserta didik.
-
Sarana dan prasarana.
-
Manajemen dan pengelolaan gugus depan.
Menjamin Perlindungan Publik
Pelaksanaan akreditasi ini merupakan bentuk akuntabilitas publik Gerakan Pramuka. Melalui akreditasi, Kwarda Jateng ingin menjamin bahwa Gugus Depan yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan, sehingga masyarakat terlindungi dari penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang tidak memenuhi standar.
Pada sesi luring di akhir Februari nanti, para peserta akan melakukan simulasi dan praktik langsung menggunakan instrumen akreditasi, mulai dari penilaian portofolio hingga visitasi ke Gugus Depan. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan asesor yang handal dalam mengevaluasi, meneliti, dan memberikan rekomendasi perbaikan bagi Gugus Depan di wilayahnya masing-masing.
Kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan Gugusdepan Yang Bermutu dalam Pembinaan Karakter Bangsa” dan didanai oleh hibah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025.
Puslitbangda Kwarda Jateng


