Berita Arsenal: Eberechi Eze Kembali Gagal Tampil Impresif, Arteta Lakukan Pergantian Cepat
Pada laga krusial di Stadion Gtech Community, Eberechi Eze kembali gagal menunjukkan performa terbaiknya saat Arsenal berhadapan dengan Brentford pada Kamis malam. Pemain yang didatangkan dari Crystal Palace dengan biaya transfer sebesar £68 juta ini gagal menyajikan permainan cemerlang yang diharapkan oleh pendukung The Gunners.
Mikel Arteta, pelatih Arsenal, memutuskan untuk menggantikan Eze dengan Martin Odegaard di awal babak kedua setelah gelandang berusia 27 tahun itu tidak mampu memberikan dampak positif selama paruh pertama pertandingan. Eze, yang baru kembali menjadi starter di Premier League sejak Desember, tidak berhasil mencatatkan dribel sukses, menciptakan peluang, atau bahkan melakukan tembakan ke gawang lawan.
Statistik Eze dalam pertandingan tersebut terbilang minim, dengan hanya satu sentuhan di kotak penalti lawan, dua pelanggaran yang didapat, dua duel yang dimenangkan, sembilan operan, dan 17 sentuhan bola. Keputusan Arteta untuk menarik keluar Eze di jeda pertandingan bukanlah yang pertama kali, mengingat sebelumnya ia juga diganti saat Arsenal kalah dari Aston Villa pada Desember lalu.
Arteta menjelaskan bahwa pergantian Eze bersifat taktis. “Dengan cara mereka menekan, kami memerlukan tipe pemain lain untuk menciptakan lebih banyak masalah di area tersebut,” ungkapnya. Pelatih asal Spanyol ini memuji Odegaard yang masuk dan memberikan ancaman lebih besar bagi lawan.
Meski demikian, Arteta mengakui bahwa penyesuaian Eze dengan klub baru bukanlah hal yang mudah. “Selalu ada kesulitan ketika pindah ke klub baru, apalagi ketika menghadapi tim yang sering memaksa permainan bola tidak berada di lantai,” tambah Arteta.
Kini, Arsenal harus bekerja keras untuk memperbaiki performa Eze di Sobha Realty Training Centre. Kegagalan Eze untuk tampil gemilang dalam laga ini membuat posisi The Gunners di puncak klasemen Premier League semakin terancam, dengan Manchester City hanya berjarak empat poin setelah kemenangan mereka atas Fulham.
Legenda Arsenal, Martin Keown, sebelumnya menyatakan harapannya agar Eze dapat menunjukkan kreativitas di lapangan. “Saya ingin melihat kreativitas di area sepertiga akhir lapangan. Ini adalah kesempatan besar baginya,” ujar Keown.
Sementara itu, Peter Crouch berpendapat bahwa Eze lebih cocok bermain di posisi tengah. “Saya lebih suka dia bermain di posisi sentral, apalagi dengan Martin Zubimendi dan Declan Rice di belakangnya, ini adalah tempat di mana dia bisa menikmati sepak bolanya,” kata Crouch.
Kegagalan Eze untuk memanfaatkan kesempatan emas ini pastinya menjadi evaluasi penting bagi skuad asuhan Arteta dalam menjaga asa mereka meraih gelar musim ini.
Artikel Tag: arsenal, mikel arteta
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/arteta-hadapi-tantangan-eze-saat-arsenal-terpukul-di-liga

