Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dan jajaran Kemenko Perekonomian yang bergerak cepat menyiapkan forum tersebut dalam waktu singkat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada CEO Danantara (Rosan Roeslani) yang baru landing, beserta jajaran Danantara, Pak Doni Oskaria dan Pak Pandu Sjahrir, dan tim dari Kemenko yang menyediakan, mempersiapkan acara ini. Dan apabila ada yang kurang memuaskan, blame-nya ke saya saja,” katanya dalam pidato.
Airlangga juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden karena waktu persiapan yang sangat terbatas. Namun, ia mengapresiasi atas seluruh tamu undangan yang hadir di forum tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf, Pak Presiden. The invitation is only less than 15 hours. Undangan kurang dari 15 jam, and all attend, and we thank you for the attendance,” tuturnya.
Forum tersebut, kata Airlangga dihadiri para Duta Besar negara sahabat, pelaku usaha, pengelola dana pensiun, asuransi, sekuritas, lembaga pemeringkat, ekonom, akademisi hingga jajaran Kabinet Merah Putih.
Sebagai informasi, penyelenggaraan IEO 2026 dilakukan menyusul keputusan Moody’s Ratings yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif.
Melalui Indonesia Economic Outlook 2026, pemerintah berharap dapat memberikan penjelasan komprehensif sekaligus membangun kembali optimisme investor terhadap fundamental ekonomi nasional.
Presiden Prabowo akan memberikan sambutan serta arahan strategis terkait kondisi dan prospek perekonomian Indonesia.
Selain itu, agenda juga diisi panel diskusi yang menghadirkan para menteri ekonomi untuk memaparkan capaian serta rencana kebijakan di masing-masing sektor.

