Livery khusus ini bukan sekadar polesan cat estetis, melainkan representasi dari pengalaman terbang yang lebih relevan dan penuh makna.
Kolaborasi strategis dengan Aqua ini berangkat dari kesamaan visi untuk menemani generasi muda yang aktif namun tetap mindful dalam menjalani keseharian mereka. Langkah ini menandai evolusi besar bagi Citilink, dari yang awalnya hanya kerja sama operasional biasa, kini berkembang menjadi kemitraan berbasis nilai.
Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, menjelaskan saat peluncuran di Hanggar GMF Soekarno-Hatta bahwa desain ini adalah simbol dari bersatunya semangat kedua brand besar tersebut di angkasa.
Darsito menekankan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat praktik penerbangan yang lebih ramah lingkungan.
“Livery ini menjadi simbol bagaimana nilai dan semangat kedua brand ikut terbang dan hadir menemani setiap perjalanan. Melalui kolaborasi dengan AQUA, kami juga memperkuat langkah dalam menerapkan praktik operasional yang lebih berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pengurangan dampak lingkungan,” ujarnya di Hanggar GMF, Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat 13 Februari 2026.
Inovasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar. Menurutnya, langkah Citilink dan Aqua adalah bukti nyata bahwa sektor industri bisa masuk ke ranah kreatif untuk menyampaikan misi perusahaan dengan cara yang lebih dekat ke masyarakat.
Irene optimistis bahwa kolaborasi lintas sektor ini bisa menjadi pemantik bagi industri lain seperti musik atau film.
“Dengan basis pengguna yang sangat besar dari kedua brand, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat visibilitas pesan, tetapi juga memperluas jangkauan nilai yang ingin disampaikan. Saya berharap kerja sama ini menjadi inspirasi sektor industri lainnya,” ungkap Irene.
Senada dengan hal tersebut, Vera Galuh Sugijanto selaku VP General Secretary Danone Indonesia, menyoroti sisi fungsional dari kolaborasi ini. Selain memastikan kebutuhan hidrasi jemaah atau penumpang terjaga selama petualangan mereka, poin krusialnya terletak pada pengelolaan limbah.
Vera menjelaskan bahwa sampah plastik dari penerbangan akan dikelola dalam ekosistem daur ulang untuk menjadi bahan baku baru.
“Kerja sama pengelolaan sampah plastik di pesawat bisa memperluas implementasi komitmen sebagai penggerak kampanye nasional edukasi daur ulang plastik, sekaligus memperkuat kontribusi dalam mendorong penerapan ekonomi,”* pungkasnya.
Dari sisi pemasaran, Marketing Director Aqua menyebut bahwa penggunaan ilustrasi pada badan pesawat adalah strategi untuk membangun ikatan emosional dengan konsumen. Desain ini digarap oleh ilustrator lokal bertalenta, Teguh Septian Arifianto, yang dikenal dengan karyanya yang hangat dan penuh warna.
“Livery ini bukan sekadar ilustrasi, melainkan visualisasi cerita tentang perjalanan yang menyegarkan dan penuh makna. Bahasa visual yang dekat dengan generasi muda diharapkan dapat menumbuhkan semangat untuk terus bergerak,” tuturnya.

