Ia menyatakan Indonesia akan bangkit sebagai kekuatan ekonomi yang dinamis dengan mengandalkan sumber daya sendiri dan kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Presiden menggambarkan Indonesia sebagai bangsa besar dengan sumber daya alam melimpah dan potensi luar biasa. Namun kini, menurutnya, Indonesia tidak lagi sekadar memiliki potensi melainkan mulai menunjukkan kebangkitan nyata.
Ia menyebut Indonesia bukan lagi “raksasa yang tertidur”, melainkan raksasa yang siap berdiri dan membangun kehidupan lebih baik bagi rakyatnya.
“Bukan saja raksasa yang tertidur, tapi kita bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya,” tegas Prabowo.
Pernyataan ini menjadi simbol arah baru pemerintahan, yaitu membangun ekonomi dari lapisan paling bawah hingga menjadi kekuatan nasional yang kokoh.
Presiden menyebut kebangkitan Indonesia dimulai dari penguatan ekonomi rakyat. Laporan para kepala daerah menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga meningkat dan rasio gini menunjukkan tren perbaikan
Ia juga mengutip laporan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menyatakan konsumsi rumah tangga pada Januari meningkat, didorong antara lain oleh program Makan Bergizi Gratis.
Program Makan Bergizi Gratis disebut sebagai salah satu simbol kebangkitan tersebut. Hingga kini, program itu menjangkau 60,2 juta penerima manfaat setiap hari, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh lagi merasa rendah diri atau selalu didikte pihak luar. Ia mengajak seluruh elemen bangsa mengelola sumber daya alam secara optimal untuk kepentingan rakyat.
“Kita tidak mau dan tidak akan lagi selalu didikte atau dipermainkan oleh siapa pun,” ujarnya.
Dengan nada optimistis, Presiden Prabowo menyatakan Indonesia bukan lagi “raksasa tertidur”, melainkan bangsa yang siap bangkit menjadi kekuatan ekonomi dinamis dan ia mempersilakan para pakar membuktikan sendiri hasilnya.

